Musim Tanam Padi, Buruh Tandur di Datangkan dari Kabupaten

Editor: Mahadeva

BEKASI – Memasuki musim penghujan, menjadi berkah tersendiri bagi buruh tandur di Kota Bekasi. Mereka berasal dari Desa Suka Rahayu, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Bang Sali, pemilik lahan 12 kotak sawah di Mustikasari, Kota Bekasi – foto M Amin

Keberadaan tenaga buruh tandur di Kota Bekasi, saat ini makin langka. “Umumnya persawahan yang ada di Kota Bekasi, saat musim tanam pasti mendatangkan buruh tandur dari Tambelang, atau Karawang,” kata Bang Sali, pemilik 12 kotak sawah di Kampung Babakan, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Senin (14/1/2019).

Di Mustikasari, tidak ada lagi warga yang mau turun ke sawah. Sehingga, apabila musim tandur, atau bajak sawah, harus mendatangkan buruh dari Kabupaten Bekasi. Buruh dipekerjakan, dengan sistem borongan. Menggarap satu petak sawah, tenaga buruh dihargai mulai dari Rp200 ribu sampai Rp300 ribu.

Bang Sali menyebut, musim tanam padi di Mustikasari saat ini termasuk telat, karena hujan baru turun. Persawahan di Mustikasari mengandalkan sistem tadah hujan. “Sawah di Mustikasari ini terbilang masih luas. Ada sekitar 200 hektare yang digarap warga,” ujarnya.

Lahan tersebut diketahui sudah dimiliki perusahaan. Tetapi warga yang menggarap untuk sawah masih dibolehkan oleh pemilik tanpa ada bagi hasil atau perjanjian lainnya. Perwakilan buruh tandur asal Tambelang, Kabupaten Bekasi, Parma, menyebut, memasuki musim tanam merupakan tambahan penghasilan bagi mereka. Parma menyebut, para buruh tak jarang harus berpindah pindah tempat tandur. “Kami pukul 03.00 WIB, dari Tambelang sampai disini setengah lima subuh, rehat sejenak langsung nandur,” kata Parma disela-sela mencabut bibit padi.

Parma menuturkan, rombongan buruh tandur, rata-rata berjumlah 35 orang. Sehari bisa menyelesaikan 20 kotak. Upah satu kotak tergantung luas lahan, mulai dari Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. “Dari total borongan, dibayar sewa mobil Rp300 ribu. Sisanya bagi rata seluruh buruh tandur,” ujar, lelaki yang jika pekerjaan nandur kosong, biasa bekerja bangunan atau berjualan keliling tersebut.

Meski seorang buruh tandur, Parma memiliki sawah di Desa Suka Rahayu Kecamatan Tambelang. Namun, sawah miliknya mengalami kekeringan selama lima bulan terakhir. “Saya ada sawah tiga kotak, di desa. Tapi lagi nggak, bisa tanam karena kering, akibat tanggul Kali CBL rusak. Makanya jadi buruh tandur untuk menambah penghasilan,” tuturnya.

Buruh Tandur, dari Desa Sukarahayu, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, teridiri dari ibu-ibu dan pria paruh baya. Mereka sudah terbagi atas dua tim, satu kelompok mencabut bibir hasil semai dan ibu-ibu bertugas menandur.

Lihat juga...