Napi Lapas Wamena Melampaui Kapasitas

191

WAMENA, PAPUA —- Jumlah narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Wamena, Provinsi Papua melampaui kapasitas atau daya tampung lapas ini.

Kepala Lapas Wamena Yusak Bin Sabetu, mengatakan daya tampung lapas adalah 114 orang.

“Yang masih ada sekarang 119 orang, sedangkan di sini standarnya 114 orang,” katanya di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Jumat (25/1/2019).

Jika penguhuni lapas ini ditambah dengan 11 orang yang kabur pada November 2018 dan 22 orang yang kabur Januari 2019, maka keseluruhan narapidana menjadi 152 orang.

Jumlah narapidana yang banyak ini juga tidak sebanding dengan jumlah sipir di Lapas Wamena.

“Kelemahan lain adalah pegawai juga terlalu lama tugas di sini, sehingga bisa kompromi, bosan,” katanya pula.

Yusak mengatakan bangunan pagar penjara yang ada belum bisa menahan narapidana kabur, sebab tingginya tidak lebih dari tiga meter, sehingga memudahkan narapidana mendapatkan alat tajam berupa kampak dan parang yang dilempar dari luar pagar ke dalam lingkungan lapas.

“Kalau lempar benda tajam seperti parang, linggis, itu bisa sampai ke dalam, karena tembok tiga meter sedangkan pagar yang di dalam tingginya enam meter,” katanya lagi.

Yusak mengatakan pelarian 27 narapidana yang terjadi Selasa (22/1) dibantu orang tua dari satu tahanan yang melempar kampak dari luar lapas ke dalam lingkungan lapas.

Kampak itu lalu digunakan oleh tahanan untuk membobol pagar kawat. [Ant]

Lihat juga...