Nelayan di Pemana tak Lagi Gunakan Bom

Editor: Koko Triarko

179

MAUMERE – Pulau Pemana, salah satu gugusan pulau di Teluk Maumere, merupakan sebuah pulau yang ramai, dengan luas desa mencapai 223,5 hektare, dan jumlah penduduk 4.272 jiwa.

“Sebagian besar penduduk kami memiliki pekerjaan sebagai nelayan. Hampir semua penduduk memiliki perahu termasuk, kapal-kapal Pole and Line berukuran 30 grass ton,” kata Kepala Desa Pemana, La Ampo, Minggu (13/1/2019).

Danlanal Maumere Kolonel (Marinir) Sumantri -Foto : Ebed de Rosary

Menurutnya, nelayan Pemana sudah mulai sadar dan tidak lagi menangkap ikan dengan cara menggunakan bom. Sebagai kepala desa, La Ampo selalu memberikan penyadaran kepada nelayan untuk menjaga ekosistem laut.

“Saya selalu meminta nelayan agar jangan menangkap ikan dengan bom atau potasium. Saya bekerja sama dengan TNI AL dari Lanal Maumere untuk memberi penyadaran kepada para nelayan di Pemana,” sebutnya.

Selain itu, Lanal Maumere juga menjadi nelayan binaan Lanal Maumere, khususnya nelayan Pole and Line. Bila ada kesulitan, maka Lanal akan membantu terkait dengan pembelian BBM subsidi dan lainnya.

“Sekarang sudah mulai bagus, dan nelayan sudah tidak lagi menggunakan bom, sudah sadar. Kita mencegah masuknya bahan peledak yang biasa dipakai untuk mengebom ikan sehingga merusak terumbu karang,” jelasnya.

Desa Pemana, sebut La Ampo, kini fokus mengembangkan wisata bahari sehingga masyarakat harus menjaga laut. Kalau terumbu karangnya rusak, maka tidak ada wisatawan yang datang untuk melakukan diving.

Lanal Maumere Kolonel (Marinir) Sumantri, menjelaskan, pihaknya memang selain menjalankan tugas mengamankan laut, juga selalu memberikan pelayanan dan sosialisasi kepada para nelayan untuk selalu menjaga ekosistem laut.

“Dalam berbagai kesempatan, kami selalu memberikan penyadaran kepada masyarakat nelayan, untuk selalu menjaga laut. Jangan menangkap ikan menggunakan alat tangkap yang dilarang,” tuturnya.

Lanal Maumere, kata Sumantri, juga selalu melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan pantai dari sampah. Pihaknya ingin memberikan penyadaran kepada masyarakat, agar menjaga kebersihan pantai.

“Masyarakat kita masih banyak yang belum sadar akan pentingnya menjaga kebersihan pantai dan laut. Makanya, dalam berbagai kegiatan kami selalu melakukan aksi bersih pantai, dan menanam pohon di pinggir pantai,” terangnya.

Sumantri berharap, agar masyarakat di pesisir pantai terutama nelayan, harus peduli terhadap kebersihan pantai dan jangan merusak karang. Dengan demikian, ikan-ikan akan mudah berkembangbiak dan nelayan tidak kesulitan menangkap ikan.

“Kalau ekosistem laut terjaga, maka ikan mudah ditangkap dan otomatis pendapatan nelayan pun bertambah. Menjaga ekosistem laut juga akan berguna bagi generasi yang akan datang, dan bisa dijadikan sebagai aset wisata,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...