hut

Nikmatnya Bakso Malang di Denpasar

Editor: Mahadeva

DENPASAR – Bakso, menu kuliner yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi lidah masyarakat Indonesia. Berbagai daerah memiliki ciri khas sendiri untuk menyebutnya. Diantara sekian banyak bakso yang  dijual di setiap daerah, bakso khas Malang paling banyak dicari oleh para penikmatnya di Bali.

Di Kota asalnya, Malang, bakso lebih familiar disebut dengan bakwan. Bakso atau bakwan Malang biasanya terbuat dari daging sapi cincang. Yang menjadi pelengkap hidangan tersebut biasanya berbagai jenis gorengan seperti pangsit kering, dan tahu isi daging. Di Bali, khususnya di Kota Denpasar, banyak pedagang bakso khas Malang. Mulai yang dijual di restoran hingga yang dijajakan menggunakan sepeda motor.

Eddy Siswandi misalnya. Lelaki tersebut adalah, salah satu dari sekian banyak penjual bakso atau bakwan Malang di Denpasar. Setiap hari, Dia menjual bakso Malang dengan cara dijajakan di pinggir jalan menggunakan sepeda motor.

Eddy Siswandi salah satu dari sekian banyak penjual bakso atau bakwan Malang di Denpasar saat menjajakan dagangannya Sabtu ,(19/1/2019) sore.-Foto: Sultan Anshori

“Dijual dengan cara begini (menggunakan motor). Tapi kalau dari aslinya sih menggunakan gerobak kayu dorong. Berhubung di Bali gerobak kayu dorong mahal, jadinya kami menggunakan gerobak motor,” ucap pria yang akrab disapa kang Eddy tersebut, saat ditemui di salah satu sudut jalan di Kota Denpasar Sabtu, (19/1/2019).

Eddy membuat bakso yang ditawarkannya, dengan menggunakan daging sapi murni tanpa campuran. Artinya dagangannya, semua murni dengan daging sapi cincang dan beberapa bumbu khas tambahan. Bakso yang Eddy, dijual bervariasi, mulai dari yang bakso biasa hingga bakso urat. “Kalau kita campur menggunakan daging lain (selain daging sapi). Maka rasanya akan beda,” jelas Eddy.

Dalam tiga hari, Eddy, mampu menghabiskan setidaknya dua kilogram daging sapi cincang. Rata-rata, untuk harga bakso atau bakwan khas Malang, dijualnya Rp10 ribu hingga Rp15 ribu. Tergantung dari isian bakso yang dibeli. “Ini tergantung selera. Tapi rata-rata saya jual Rp10 ribu. Tapi kalau ada tambahan lontong dan tambahan bakwan, kami hargai 15 ribu per mangkok,” jelasnya.

Penikmat bakso Malang di Bali sangat banyak. Arifin, salah seorang penyuka bakso mengatakan, Dia menyukai bakso khas Malang selain karena murah, bakso Malang ini tidak banyak mengandung lemak. “Kebetulan saya ini kan orang Probolinggo mas, jadi waktu di kampung sering membeli bakso keliling khas Malang ini. Rasanya enak hampir semuanya daging. Hampir setiap hari beli untuk dijadikan lauk tambahan,” pungkasnya.

Lihat juga...