OP Beras Bulog Pekalongan 2018, Capai 6.029 Ton

175
Ilustrasi - Dok CDN

PEKALONGAN – Perum Badan Urusan Logistik Subdivisi Regional Pekalongan, Jawa Tengah, merealisasikan operasi pasar sebanyak 6.029 ton beras selama Januari hingga Desember 2018.

Kepala Bulog Subdivisi Regional Pekalongan, Rasiwan, mengatakan, bahwa penyerapan operasi pasar untuk beras premium dengan harga terjangkau, yaitu Rp8.100 per kilogram di gudang Bulog dan Rp9.000 per kilogram di tingkat eceran.

“Operasi pasar, khususnya beras yang dilaksanakan mulai Januari 2018 hingga Desember 2018 tersebut sebagai upaya memenuhi kebutuhan masyarakat dan menekan harga beras di pasaran,” katanya, Selasa (1/1/2019).

Selain itu, kata dia, operasi pasar digelar saat harga beras mengalami kenaikan, sehingga tidak terjadi kelangkaan dan menekan melambungnya harga kebutuhan pokok di pasaran.

Menurut dia, hingga akhir Desember 2018 persediaan beras yang tersimpan di enam gudang Bulog telah mencapai 37.000 ton, sehingga stok diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.

“Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan bahan pokok ini, karena stok beras yang tersimpan di gudang Bulog masih mampu memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan,” katanya.

Ia menyebutkan, sebanyak 37.000 ton beras tersebut disimpan di gudang bulog Cimohong, Kabupaten Brebes, Procot (Slawi), Munjung Agung, Kedungkelor, Bondansari Sari Kabupaten Pekalongan, dan Kandeman Kabupaten Batang.

“Kami menjamin ketersediaan beras masih aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kenaikan harga beras maupun kelangkaan beras,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...