Oposisi Sayap Kiri Israel Pecah

455
Ilustrasi Bendera Israel/Foto: Dokumentasi CDN

JERUSALEM – Oposisi utama sayap kiri Israel pecah, setelah pada Selasa (1/1/2019), mantan Menteri Luar Negeri Tzipi Livni, salah seorang politisi paling terkemuka di negara itu, keluar dari koalisi. Keputusan tersebut diambil, menjelang pelaksanaan pemilihan umum pada April mendatang.

Uni Zionis, faksi terbesar kedua di parlemen yang menjadi opisisi utama tersebut. Oposisi dibentuk sebagai kemitraan antara Partai Buruh, yang dipimpin Avi Gabbay, dan Partai Hatnua, yang diketuai oleh Livni, sebagai partai yang lebih kecil. Aliansi itu bernasib buruk dalam beberapa jajak pendapat belakangan ini.

Gabbay mencampakan Livni, yang duduk dekatnya dalam pertemuan Uni Zionis, tanpa upacara. Perombakan itu menambah drama, yang terjadi selama kampanye pemilihan nasional. Hal itu terjadi beberapa hari, setelah perpecahan di tubuh Rumah Yahudi, partai kanan-jauh dalam koalisi pimpinan Likud. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, adalah  memimpin Partai Likud.

“Saya berharap dan yakin, aliansi ini akan membuat kami mekar, suatu koneksi nyata, dan kami akan saling melengkapi satu sama lain. Tapi masyarakat cerdas, melihat ini bukan situasinya dan menjauhkan diri dari kami,” kata Gabbay.

Dalam sebuah pernyataan yang ditayangkan televisi setempat, Gabbay menyebut, mendoakan Tzipi, sukses dalam pemilihan, dengan partai manapun. Hal itu menjadi pengumuman yang berisi pencampakan Livni dari koalisi oposisi. Langkah tersebut tampaknya mengagetkan Livni, mantan perunding perdamaian dengan pihak Palestina, dan saat ini pemimpin oposisi di parlemen. “Saya tak akan menanggapi. Saya akan membuat keputusan. Terima kasih,” tandasnya, dan kemudian meninggalkan ruang pertemuan.

Dalam jumpa pers kemudian, Livni mengatakan dia akan berjuang dan memimpin Hatnua ikut pemilihan, walaupun partai itu hanya memiliki lima wakil di parlemen yang beranggota 120 orang. Sementara Buruh memiliki 19 anggota dan Likud 30 anggota. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...