Pamsimas di Kulon Progo Diharap Pecahkan Masalah Air Bersih

Editor: Koko Triarko

370

YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Salah satunya, dilakukan melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Staff Ahli Bupati Bidang Pengembangan SDM dan Kesejahteraan Masyarakat, Lestariyono, mewakili Bupati Kulon Progo, menyebut permasalahan air bersih masih menjadi salah satu program yang harus diatasi. Pasalnya, hingga saat ini masih ada beberapa wilayah kesulitan mendapatkan akses air bersih, khususnya saat musim kemarau.

“Keberdaan Pamsimas ini diharapkan dapat meningkatkan akses air minum dan sanitasi bagi masyarakat. Sehingga dapat mendukung gerakan PHBS atau Pola Hidup Bersih dan Sehat,” ujarnya, di sela peresmian program Pamsimas III 2018 Kabupaten Kulon Progo, di Desa Kedungdang, Temon, Kamis (24/1/2019).

Koordinator program Pamsimas Kulon Progo, Nur Hasanah, mengatakan, pada 2018, Kulon Progo telah menyelesaikan program Pamsimas di 6 desa, meliputi desa Jangkaran, Sindutan, Kebonrejo, Kaligintung, Kedundang, Kulur, yang seluruhnya berada di Kecamatan Temon. Sehingga total hingga saat ini sudah ada 52 desa di 12 kecamatan yang memiliki Pamsismas.

Pada 2019, Pemkab Kulon Progo akan melanjutkan program tersebut. Rencananya, program ini akan dijalankan di sedikitnya 10 desa. Sebagaimana program sebelumnya, sumber dana program Pamsimas ini berasal dari APBN, daerah melalui APBD hingga dana desa lewat APBDes. Selain itu, sumber dana juga berasal dari swadaya masyarakat.

Ketua Panitia program Pamsismas Temon, Sugiharto, menyebut setiap desa mendapatkan alokasi anggaran dari APBN mencapai Rp225-280 juta, untuk melaksanakan program ini. Sementara penggunaan APBDes bersikisar Rp23-45 juta per desa.  Alokasi anggaran tersebut rata-rata digunakan untuk membangun jaringan per pipa sepanjang 3.000-5.000 meter per desa.

Abdul Rosyid, Kades Kedundang, selaku penerima program Pamsimas berharap, adanya pamsimas di desanya akan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Dengan terpenuhinya kebutuhan ari bersih tersebut, maka diharapkan kehidupan masyarakat juga akan lebih sehat dan sejahtera. “Semoga ke depan tidak ada lagi masalah air bersih,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...