hut

Pantai Koka Puluhan Tahun Menjadi Milik Pengusaha Jakarta

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Pemerintah Kabupaten Sikka, melalui Dinas Pariwisata, tidak bisa menata dan membangun fasilitas permanen di Pantai Koka. Hal itu dikarenakan, salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Sikka tersebut, milik pengusaha Jakarta.

Kepala dinas Pariwisata kabupaten Sikka Kensius Didimus.Foto : Ebed de Rosary

“Sudah puluhan tahun lalu, areal tanah di lokasi Pantai Koka dibeli pengusaha tersebut dari masyarakat selaku pemilik tanah. Kami juga pernah menemui orang yang diutus pengusaha tersebut dengan membawa dokumen kepemilikan lengkap,” sebut Kensius Didimus, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, Minggu (20/1/2019).

Kensius menyebut, pemerintah daerah telah membangun sarana jalan masuk ke lokasi, dan juga beberapa lopo atau pondok di areal tersebut. Namun selebihnya, masyarakat yang mengelola, yaitu masyarakat yang mengklaim tanah tersebut milik mereka.

“Lahan tersebut milik pengusaha di Jakarta, namun masyarakat berpikir lahan ini merupakan milik mereka. Padahal lokasi tersebut merupakan milik sah pengusaha Jakarta, dan ada surat jual beli dengan pemilik lahan,” jelasnya.

Pemerintah disebut Kensius, tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi tersebut. Namun demikian, undang-undang menyebut, jarak 100 meter dari bibir pantai merupakan milik negara. Dan ketentuan tersebut, saat ini sedang dikaji untuk diperjuangkan pemerintah daerah.

“Semuanya tentu harus sesuai aturan, karena pemerintah juga tidak mau berurusan dengan hukum karena digugat pemilik tanah di Pantai Koka. Kami juga sering mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penarikan retribusi yang jumlahnya tidak wajar dan memberatkan pengunjung,” ungkapnya.

Namun demikian, imbauan tersebut hanya didengar saja dan disetujui sesaat saja. Sesaat setelahnya, masyarakat kembali melakukan penagihan retribusi sesuai kehendaknya sendiri. “Pantai Koka ini statusnya masih belum jelas. Kesepakatan sudah sering dibuat dengan masyarakat sekitar, dan sudah ditegur, namun setelah kami pulang mereka melakukan pungutan lagi,” sesalnya.

Kensius menyebut, pemerintah daerah sedang melakukan kerjasama dengan pemerintah desa, untuk bisa menarik retribusi di setiap destinasi wisata. Nantinya disepakati berapa biaya yang masuk ke kas desa, dan berapa yang masuk ke kas pemerintah Kabupaten Sikka.

Martinus Wodon, pegiat pariwisata di Kabupaten Sikka menyayangkan perilaku masyarakat, yang seolah-olah menguasai lokasi wisata tersebut. Masyarakat menerapkan pemberlakuan tarif masuk dan parkir kendaraan sesuka hati, tanpa diketahui pemerintah.

“Kami sering membawa wisatawan asing ke lokasi ini, dan tentunya sangat malu melihat perilaku seperti ini. Bagaimana kita mau mempromosikan pariwisata, kalau perilaku masyarakat belum bagus dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan,” sesalnya.

Akibatnya pelaku wisata, mulai malas untuk membawa wisatawan asing ke Pantai Koka. Meskipun destinasi wisata tersebut sangat bagus. Pantai Koka memiliki dua sisi pantai dengan pasir berwana putih. Pantainya diapit sebuah bukit.

Lihat juga...