Pascanormalisasi Sungai Pegantungan, Warga Lakukan Pembersihan Rumah

Editor: Satmoko Budi Santoso

197

LAMPUNG – Pascabanjir melanda wilayah permukiman warga Dusun Pegantungan, Desa Bakauheni, proses normalisasi dilakukan meminimalisir banjir susulan.

Kepala Desa Bakauheni, Syahroni, menyebut, normalisasi Sungai Pegantungan dibantu alat berat jenis ekskavator dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Penataan kawasan alur sungai dilakukan dengan memperlebar badan sungai selebar dua belas meter.

Syahroni menyebut, alur sungai Pegantungan selama hampir sepuluh tahun silam terus mengalami pendangkalan (sedimentasi) dan penyempitan. Sedimentasi sungai diakuinya disebabkan oleh aktivitas proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) saat proses pembersihan lahan (land clearing) berimbas material tanah terbawa arus sungai.

Saat terjadi hujan deras mengakibatkan air sungai meluap menggenangi pemukiman warga.

“Selama hampir kurun waktu setahun, banjir sudah terjadi dua kali dan warga sudah mengusulkan normalisasi sungai Pegantungan agar banjir tidak melanda pemukiman warga,” terang Syahroni, Kepala Desa Bakauheni, saat ditemui Cendana News, Rabu (23/1/2019).

Syahroni (kedua dari kiri) kepala desa Bakauheni meninjau sungai Pegantungan yang dinormalisasi – Foto: Henk Widi

Syahroni mengungkapkan, mengapresiasi langkah pemerintah yang segera melakukan upaya normalisasi sungai Pegantungan. Akibat banjir tersebut setidaknya puluhan rumah terendam air di antaranya perabotan warga hanyut terbawa arus sungai.

Proses normalisasi sungai sepanjang sekitar 50 meter disebutnya terus dilakukan untuk menghindari banjir saat hujan deras melanda wilayah tersebut. Kondisi sungai yang menyempit, dangkal, mulai dikeruk untuk melancarkan aliran air.

Suparlan, petugas dari Dinas PUPR Lamsel, menyebut, alat berat ekskavator telah melakukan proses normalisasi sungai. Pelebaran serta pendalaman sungai Pegantungan dilakukan agar tidak terjadi banjir susulan.

Pembuatan tanggul di sepanjang aliran sungai disebutnya ditargetkan selesai pada Kamis (24/1/2019) sehingga material lumpur pada dasar sungai bisa diangkat. Pelebaran alur sungai disebutnya dilakukan menyesuaikan ukuran sungai pada kondisi awal sebelum penyempitan dan pendangkalan sungai tersebut.

Bahar, salah satu warga dusun Pegantungan yang mengalami dampak banjir mengaku, ia sudah melakukan pembersihan rumah yang terendam air dan lumpur. Genangan lumpur disebutnya sudah dibersihkan sekaligus pembersihan perabotan rumah tangga yang basah akibat rendaman air pada banjir yang terjadi Selasa (22/1/2019) lalu.

Akibat banjir warga yang mengandalkan air bersih dari mata air yang disalurkan dengan selang dan pipa sementara harus memperbaiki instalasi yang rusak.

“Bak penampungan air sempat diterjang banjir sementara instalasi perpipaan saya lepas untuk diperbaiki,” beber Bahar.

Bahar menyebut, meski pembersihan area belakang rumah sudah dilakukan, ia masih harus membersihkan material tanah dan pasir di halaman. Pasir dan tanah disebutnya menimbun halaman termasuk pasir yang dibeli sebagai bahan bangunan hanyut terbawa terjangan banjir.

Selain halaman yang dipenuhi dengan pasir, Bahar juga masih terus membersihkan material sampah ranting pohon serta sampah plastik dari aliran sungai Pegantungan.

Dewi, salah satu warga terdampak banjir lain menyebut, sudah mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah. Bantuan air bersih yang didistribusikan dengan mobil tangki ditampung pada bak penampungan untuk kebutuhan masak dan mencuci.

Dewi, mengambil air bersih bantuan pemerintah bagi warga terdampak banjir – Foto: Henk Widi

Bantuan tersebut diakuinya sangat membantu karena dampak banjir berimbas instalasi penyaluran air bersih ke rumah warga rusak diterjang banjir. Bantuan selang sementara, diakui Dewi, diperoleh dari kerabat agar air bersih bisa disalurkan dari sumber mata air yang ada di perbukitan Pegantungan.

Selain kebutuhan air bersih, usai banjir warga juga diberi keleluasaan berobat gratis ke Puskesmas rawat inap Bakauheni. Sebelumnya petugas kesehatan dari Puskesmas rawat inap Bakauheni juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan.

Usai banjir potensi penyakit kulit dan pencernaan,  warga disebut Dewi, mendapat prioritas pelayanan kesehatan di Puskesmas setempat termasuk pemberian obat-obatan gratis.

“Saat ini harapan kami ada bantuan peralatan memasak karena kompor gas serta tabung gas hanyut terbawa banjir,” beber Dewi.

Selain Dewi yang harus kehilangan perabotan memasak, warga lain bernama Siti juga harus mengalami kerusakan pada bagian dapur. Dapur yang dipergunakan untuk memasak tersebut rusak diterjang banjir sehingga dandang, wajan dan peralatan masak lain hanyut.

Pendataan oleh aparat desa diakuinya sudah dilakukan agar warga bisa mendapatkan bantuan peralatan memasak.

Lihat juga...