Pelayaran ke Mamberamo Raya Ditunda Akibat Gelombang Tinggi

255
Ilustrasi- Dok CDN

JAYAPURA — Kepala BMKG Wilayah V Jayapura Petrus Demon Sili mengatakan, gelombang tinggi yang saat ini terjadi di perairan sekitar Mamberamo Raya menyebabkan kapal-kapal pelayaran rakyat yang melayani rute tersebut diminta menunda pelayarannya .

Memang betul, dari data dan laporan nahkoda salah satu kapal perintis yang melayani route Jayapura-Mamberamo Raya terungkap gelombang di sekitar perairan itu tingginya mencapai sekitar 2-3 meter.

Kapal-kapal penumpang yang melayani route ke Mamberamo Raya untuk sementara diminta tidak melayani route tersebut, kata Petrus Sili di Jayapura, Senin (31/12/2018).

Dia mengatakan, selain perairan sekitar Kabupaten Mamberamo Raya, tercatat sejumlah perairan juga terjadi gelombang tinggi seperti perairan Merauke, Samudera Pasifik Utara Biak dan Samudera Pasifik Utara Jayapura.

Bahkan pada Senin (31/12) BMKG sudah menggeluarkan peringatan tentang cuaca buruk di sekitar laut Arafuru bagian timur dan perairan Agast-Amamapare yang tinggi gelombangnya diperkirakan mencapai 3-4 meter.

Sedangkan untuk Selasa (1/1) yang perlu diwaspadai adalah perairan selatan Papua yang diprediksi tinggi gelombang mencapai 3,5 meter-4 meter, tinggi gelombang 2-2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Jayapura-Sarmi, perairan Biak, perairan Amamapare-Agast dan perairan Merauke.

Selain itu waspadai kecepatan angin yang mencapai 20 knot di wilayah Samudera Pasifik Utara Biak hingga perairan Jayapura-Sarmi, kata Demon Sili. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...