Pemdes Kelaten Dukung Pengembangan Olah Raga Bola Voli

Editor: Koko Triarko

211

LAMPUNG – Pemerintah Desa Kelaten, mendorong upaya peningkatan minat olah raga masyarakat akan bola voli. Hal ini dilakukan dengan merevitalisasi lapangan olah raga bola voli di desa setempat. Sebelumnya, hanya ada tiga lapangan bola voli dengan lantai tanah. Setelah proses revitalisasi, di tujuh dusun mulai dibangun lapangan bola voli yang lebih representatif.

Joniamsyah, Kep[ala Desa Kelaten, menyebut, program satu dusun satu lapangan bola voli merupakan langkah desa untuk mengolahragakan masyarakat.

“Lapangan yang sebelumnya hanya berupa lapangan tanah, mulai direvitalisasi menjadi lapangan berlantai semen, memiliki ukuran standar nasional olah raga bola voli,” katanya, Jumat (25/1/2019).

Lapangan yang dibuat itu dilengkapi dengan jaring sekeliling, tempat duduk wasit, papan skor hingga lampu untuk aktivitas bermain bola voli pada malam hari. Juga dibuat dengan standar berukuran panjang 18 meter dan lebar 9 meter, serta panjang garis serang 3 meter.

Dukungan dari desa berupa peralatan net, bola serta fasilitas pendukung membuat minat warga berolah raga bola voli semakin tinggi. Setiap sore, di tujuh dusun olah raga bola voli selalu dimainkan oleh tim wanita dan pria. Sejumlah tim memiliki jadwal rutin bermain bola voli untuk meningkatkan kemampuan permainan.

“Tujuan utama pemerintah desa Kelaten, salah satunya mengolahragakan masyarakat, melalui dukungan pembuatan fasilitas sehingga mengurangi berbagai jenis penyakit tidak menular akibat kurang olah raga,” terang Joniamsyah.

Olah raga bola voli menjadi minat masyarakat dibandingkan jenis olah raga lain. Melalui inisiatif warga, pembuatan lapangan olah raga dibuat secara swadaya sejak satu tahun terakhir dan mulai rutin digunakan untuk latihan.

Sejumlah dusun, bahkan kerap mengadakan latihan bersama antardusun, mengasah kemampuan setiap tim. Selain tim pria, sejumlah tim wanita rutin berlatih mengasah kemampuan untuk bermain bola voli.

“Selain mengasah teknik serta pola permainan bola voli, kami ingin agar masyarakat bisa menjalankan program gerakan masyarakat hidup sehat,” beber Joniamsyah.

Gerakan masyarakat hidup sehat dengan aktivitas fisik minimal 30 menit, sudah difasilitasi dengan pembuatan lapangan bola voli. Selain itu, bagi warga yang menyukai aktivitas fisik berupa senam, di desa Kelaten juga memiliki klub Senam Jantung Sehat Indonesia, Senam Lanjut Usia.

Fasilitas lapangan olah raga sepak bola juga telah disediakan di depan kantor balai desa, serta fasilitas lapangan tenis meja di balai desa serta bulu tangkis

Penyediaan fasilitas disebut Joniamsyah bertujuan mengakomodir minat dan bakat masyarakat terhadap semua jenis olah raga.

Pemerintah Desa Kelaten, kata Joniamyah, pada awal Maret mendatang dipastikan menggelar turnamen bola voli antar dusun. Turnamen tersebut akan melibatkan seluruh dusun serta dusun di desa lain, untuk berkompetisi dalam olah raga bola voli.

Latihan secara rutin membuat sejumlah tim bisa mengasah kemampuan, agar bisa bertanding menghadapi tim lain. Selain kompetisi bola voli, sejumlah kompetisi olah raga lain juga akan digelar secara bertahap menyesuaikan waktu.

Partini, salah satu anggota tim bola voli wanita asal desa Kelaten, menyebut fasilitas lapangan bola voli sudah sangat mendukung. Sejumlah tim kerap berlatih setiap hari untuk mengasah kemampuan tim  mulai dari teknik hingga pola permainan bola voli yang baik.

Sebagian wanita yang merupakan ibu rumah tangga melakukan olah raga bola voli untuk menggalakkan gerakan masyarakat hidup sehat. Selain itu, mempersiapkan untuk kegiatan turnamen bola voli pada awal Maret mendatang.

Partini juga menyebut, setiap dusun kini memiliki hampir dua tim bola volim sehingga total satu desa bisa memiliki empat belas tim bola voli.

Tim bola voli A dan B untuk wanita tersebut, belum termasuk tim bola voli pria yang juga rutin berlatih. Keberadaan fasilitas lapangan bola voli dengan total 7 lapangan, membuat setiap tim tidak perlu kuatir terkait tempat latihan.

“Tim bola voli pria kerap mempergunakan lapangan yang ada di dusun Karanganyar, dan pada Sabtu malam di desa Kelaten dengan fasilitas lampu penerangan,” beber Partini.

Latihan secara rutin tersebut juga melibatkan sejumlah pemain bola voli tingkat SD hingga SMP. Latihan melibatkan generasi muda, sekaligus upaya untuk melahirkan bibit baru dalam olah raga bola voli.

Selain itu kegiatan olahraga yang dilakukan dengan rutin, menjadi upaya para wanita di desa tersebut memberi contoh pentingnya aktivitas fisik melalui olahraga salah satunya bola voli.

Baca Juga
Lihat juga...