Pemilu 2019, ASN Majene Diminta tak Terlibat Politik Praktis

MAMUJU – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, diminta tidak terlibat politik praktis pada pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden.

“Meski Kabupaten Majene menjadi salah satu wilayah yang aman dan kondusif dalam setiap pelaksanaan pemilihan umum, namun tidak ada salahnya jika saya kembali mengajak seluruh ASN lingkup Pemda Majene untuk sukseskan pesta demokrasi tersebut,” kata Sekretaris Kabupaten Majene, Andy Syukri Tammalele, Senin.

“Saya juga mengimbau, agar tiap ASN tidak terlibat politik praktis termasuk saling dukung-mendukung para calon peserta pemilu, yang dapat menciderai nilai netralitas ASN,” tambahnya.

Ia mengatakan, kurang lebih tiga bulan ke depan, pemilihan umum pada 17 April 2019, akan dihelat secara serentak di tanah air. Hal tersebut lanjutnya, menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya, pelaksanaan pemilu untuk Presiden dan Wakil Presiden, berikut pemilihan legislatif anggota DPR, DPD, DPRD provinsi dan kabupaten dilakukan secara bersamaan.

“Jumlah ASN termasuk guru di Majene sebanyak 4.867 yang secara otomatis akan menjadi anggota Korpri. Semoga sama-sama mampu mewujudkan pemilu yang damai, sejuk sejahtera juga secara profesional dan netral menuju MP3 (Majene Profesional, Produktif dan Proaktif,” terang Andy Syukri.

Ia juga mengingatkan para ASN tidak mencoba-coba memasang stiker berbau pemilu di mobil, telepon genggam hingga memposting sesuatu di media sosial.

“Sangat berbahaya dan bisa dipecat. Bukan cuma itu, bahkan bisa pindah rumah ke penjara. Jadi harus sayang istri, suami dan anaknya kalau dipecat kasihan keluarga di rumah,” papar Andy Syukri. (Ant)

Lihat juga...