hut

Pemilu 2019 tak Ganggu Tradisi Semana Santa

KUPANG  – Tokoh masyarakat di Kota Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur menyatakan, pelaksanaan Pemilu 2019 yang dilaksanakan pada 17 April bertepatan dengan Rabu Trewa, tak akan mengganggu tradisi Semana Santa di kota itu.

“Menurut saya itu tidak mengganggu pelaksanaan Rabu Trewa di sini. Namun pada intinya bahwa kembali lagi pribadi masing-masing,” kata Tokoh Masyarakat Larantuka, Bernard Tukan di Kupang, Kamis.

Hal ini disampaikannya setelah adanya keputusan dari KPU pusat bahwa pelaksanaan Pemilu tetap akan dilaksanakan pada 17 April. Walaupun sudah ada surat dari keuskupan Larantuka meminta agar dimajukan atau diundur pesta demokrasi lima tahunan itu.

Ia mengatakan bahwa pelaksanaan pesta demokrasi itu terjadi pada hari Rabu  jelang perayaan Tri Hari Suci. Tentu saja tidak akan mengganggu karena tidak selamanya semua orang di kota itu merayakan Paskah.

Lagi pula kata dia, tidak semua umat Katolik di kota itu juga usai mencoblos tetap berada di lokasi pencoblosan.

“Dalam pertemuan dengan pihak keuskupan dan sejumlah pimpinan partai saya sudah sampaikan bahwa jangan sampai kita mengait-kaitkan masalah Paskah dengan Pemilu. Jangan kita politisasi agama di daerah kita,” ujar dia.

Bernard juga mengatakan bahwa pengalaman pesta demokrasi yang berdekatan dengan hari raya tradisi Semana Santa itu pernah juga terjadi pada tahun 2009, sehingga bagi dia hal itu biasa saja. Walaupun pada saat itu pada tahun 2009 pelaksanaan pentas demokrasi itu diundur.

Iapun mengharapkan agar seluruh umat Katolik khususnya masyarakat di Kota Larantuka bisa tetap menggunakan hak pilihnya sehingga pelaksanaan Pemilu di daerah itu berjalan aman dan damai.

Sebab, kata dia, jika diundur tentu saja dampaknya akan berkepanjangan tidak hanya bagi Larantuka, tetapi juga bagi seluruh Indonesia.

Sementara dihubungi secara terpisah, Ketua Pemuda Katolik Komcab Flotim, Frano Tukan mengatakan, bahwa pelaksanaan Pemilu yang diselenggarakan pada 17 April 2019 menjadi tantangan tersendiri bagi para pemuda Katolik di daerah itu untuk menggunakan hak pilih.

“Para pemuda Katolik di sini sedang diuji dengan pelaksanaan Pemilu yang akan dilaksanakan pada 17 April nanti. Apakah mereka akan menggunakan hak pilihnya atau lebih menyibukkan diri dengan persiapan jelang tradisi Semana Santa nanti,” ujarnya.

Namun ia juga berharap agar para Pemuda Katolik di Flores Timur tetap bisa menggunakan hak pilih dan tidak menjadi bagian dari kelompok golput di kabupaten itu. (Ant)

Lihat juga...