Pemkab Banyumas Dinilai Terburu-Buru Berlakukan Aturan Sampah Baru

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Pemkab Banyumas dinilai terlalu terburu-buru memberlakukan aturan baru pengolahan sampah pada sumbernya. Hal ini terbukti setelah satu minggu berjalan, hanggar (tempat pengolahan sampah) yang ada tidak mampu mengolah seluruh sampah yang masuk. Begitu pula dengan pengangkutan sampah yang masih banyak mengalami kendala.

Ketua Komisi B DPRD Banyumas, Bambang Pudjianto, mengatakan, sampah jika dikelola dengan baik dan benar, akan menjadi potensi aset yang menggiurkan. Sebaliknya, jika pengelolaannya tidak benar, maka akan merugikan banyak pihak, terutama masyarakat yang terkena dampaknya.

ʺSampah ini sebenarnya potensi aset yang menggiurkan, hanya saja Pemkab Banyumas terkesan terburu-buru memberlakukan aturan yang baru, padahal sarana dan prasarana belum siap semua. Hanggar baru lima tempat, dan belum mampu menampung semua sampah yang dihasilkan masyarakat Banyumas,ʺ jelasnya, Sabtu (12/1/2019).

Menurut Bambang Pudji, jika aturan pengolahan sampah yang baru diberlakukan sesudah pembangunan delapan hanggar lainnya selesai, maka tidak akan menimbulkan masalah seperti sekarang ini. Saat ini, banyak sampah yang tidak terangkut dan menimbulkan tumpukan sampah di titik-titik kumpul pengambilan.

Sejauh ini, Komisi B sudah memberikan persetujuan untuk penggunaan anggaran yang cukup besar, guna menyelesaikan masalah sampah di Banyumas.

Tercatat, puluhan miliar dialokasikan untuk membangun hanggar. Namun, ternyata perhitungan yang disampaikan pihak eksekutif tentang pengolahan sampah, meleset.

ʺIni kan sistem baru, sehingga tenaga di pengolahan hanggar juga butuh waktu untuk menyesuaikan kinerja. Dalam masa transisi seperti ini, seharusnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sementara masih dibuka, sampai dengan hanggar mampu menangani seluruh sampah,ʺ terangnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Achmad Husein, tetap bersikukuh, bahwa masyarakat Banyumas sudah siap dengan pola pengelolaan sampah yang baru, yaitu pilah-manfaatkan-musnahkan. Infrastruktur hanggar sudah ada dan sedang dibangun lagi delapan bangunan hanggar.

ʺDari rapat evaluasi kemarin, semua sudah siap, termasuk masyarakat kita. Karena pola pengelolaan sampah pada sumbernya ini tidak bisa lagi ditunda, sebab awal bulan Januari kemarin, TPA Gunung Tugel sudah harus ditutup, sesuai kesepakatan dengan warga sekitar,ʺ tegasnya.

Lihat juga...