hut

Pemkab Pesisir Selatan Galakan Budaya Membaca dari Desa

Editor: Mahadeva

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni/Foto: M. Noli Hendra

PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, berupaya menggalakan budaya gemar membaca. Sasarannya, tidak hanya kalangan pelajar, tetapi juga masyarakat secara umum.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, budaya membaca perlu diterapkan, agar kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Pesisir Selatan terus meningkat. Untuk menumbuhkan budaya gemar membaca, pemerintah daerah, melakukan pembenahan terhadap persoalan tata kelola kearsipan dan perpustakaan. Juga membangun jaringan dan mitra kerja, melibatkan pemerintahan nagari dan kelompok masyarakat.

Selain taman bacaan, yang terdapat di lingkungan kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Pesisir Selatan, saat ini di Kota Painan juga telah memiliki beberapa sarana taman bacaan lain. Keberadaanya, dikelolah oleh kelompok atau komunitas.  “Agar taman bacaan bisa terus berkembang dan menyentuh semua nagari, perlu membangun jaringan dan mitra kerja dengan pemerintah nagari,” katanya, Kamis (10/1/2019).

Perlu ada mitra dengan kelompok atau komunitas taman bacaan, keberadaan jaringan atau kemitraan tersebut, secara tidak langsung turut membantu pemerintah. Jaringan tersebut melibatkan, berbagai lembaga lain, seperti pengurus masjid, sekolah PAUD, dan Majelis Taklim.

Mendukung operasionalisasi peningkatan mitra atau jaringan, pemerintah daerah menjalankan tiga unit mobil pustaka keliling. “Walau dari segi jumlah hanya ada tiga unit, namun bila dikaitkan dengan kebutuhan ideal masih bisa dikatakan memadai. Selain membangun mitra dan jaringan, saat ini kami juga tengah menyusun berbagai program yang memiliki nilai plus dalam meningkatkan budaya gemar membaca di daerah ini,” jelasnya.

Hendrajoni menyebut, melihat kondisi di negera-negara maju, perpustakaan dengan berbagai bacaan yang berkualitas, sudah merupakan urusan wajib. Perpustakaan telah memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan kecerdasan dan kualitas anak bangsa. Berdasarkan hal itu, Perpustakaan dan Arsip, perlu mendapat perhatian serius. Untuk menambah daya tarik kunjungan, perlu disediakan sarana seperti hotspot atau jaringan internet gratis. Termasuk didukung perangkat komputer memadai.

Supaya gemar membaca bisa masuk ke pedesaan, perlu program yang dijalankan langsung oleh Pemerintah Nagari atau Desa. Diterapkan melalui program Dana Desa. Seperti yang telah dilakukan di Kecamatan IV Jurai Salman. Belum lama ini, Kenagarian Salido Saribulan, melakukan pembagian buku secara gratis. Buku tersebut dibagikan kepada masyarakat secara bergulir. Harapannya, masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik, dan mengunakan sebagai wadah menambah pengetahuan.

Wali Nagari Salido, Saribulan Amrizal, mengatakan, menghadapi tantangan kehidupan yang serba komplek, membutuhkan SDM yang memadai. Tanpa dibekali ilmu pengetahuan, sulit mendapatkan SDM berkualitas. Untuk memperoleh kehidupan yang layak, masyarakat harus mulai menumbuhkan minat baca dan membudayakannya. Membaca, akan memberi kontribusi positif terhadap peningkatan wawasan pengetahuan. Ratusan  buku bacaan untuk masyarakat, pengadaanya dengan dana desa. Buku adalah salah satu sumber pengetahuan keluarga, untuk memberantas kemiskinan ilmu pengetahuan.

Lihat juga...