Pemkab Trenggalek Latih Ratusan Kader Tanggap Bencana

165

TULUNGAGUNG –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, Jawa Timur, telah memberikan pelatihan mitigasi kepada 180-an kader tanggap tsunami yang tersebar di 13 desa tiga kecamatan kawasan pesisir daerah tersebut.

“Pelatihan untuk kader tanggap tsunami (katsunami) bertahap dan masih terus berlanjut,” kata Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek, Triadi Atmono, di Trenggalek, Senin.

Ia mengatakan, pendidikan wawasan kebencanaan itu dilakukan untuk mengantisipasi jika bencana tsunami benar-benar datang.

“Semua desa yang terdampak tsunami itu letaknya di tepi laut, sehingga kami selalu memberi imbauan kepada masyarakat agar terus waspada,” katanya.

Saat ini lanjut Triadi, jumlah kader tanggap taunami atau katsunami total ada 180 anggota yang tersebar di tiga kecamatan di sepanjang pesisir Trenggalek.

Jadi, setiap kecamatan terdapat 60 anggota katsunami. Setiap satu kader membentuk beberapa kelompok.

Kelompok itulah yang diberi wawasan tentang berbagai teknik yang nantinya digunakan untuk kegiatan tanggap darurat jika ada bencana datang.

“Gladi lapangan atau simulasi akan terjadinya tsunami sudah kami lakukan, seperti yang dilakukan pada 2016 lalu, di wilayah Kecamatan Watulimo,” ujarnya.

Triadi mengemukakan, dengan latihan dan simulasi yang sudah dilakukan, diharapkan masyarakat di wilayah desa bersangkutan mengetahui cara-cara jika bencana tersebut datang, seperti mitigasi, proses evakuasi, jalur-jalur untuk evakuasi, dan sebagainya yang diikuti lebih dari 1.000 orang. Ditambahkan, saat ini pemerintah juga telah mengadakan sekolah laut untuk memberi wawasan terkait tsunami.

“Di tempat tertentu telah dipasang rambu-rambu jalur evakuasi sebagai petunjuk jika bencana datang. Tidak ketinggalan kami juga telah melakukan pencegahan secara dini dengan penanaman pohon mangrove untuk memecah gelombang yang datang,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data BNPB, di Trenggalek sedikitnya ada pantai di 13 desa, tiga kecamatan memiliki potensi tsunami.

Desa pantai rawan tsunami tersebut meliputi Ngulungwetan, Ngulungkulon, Craken, Masaran, Munjungan, Tawing, dan Bendoroto, Kecamatan Munjungan.

Kemudian, Desa Nglebeng, Wonocoyo, dan Besuki Kecamatan Panggul, serta Desa Karanggandu, Prigi, dan Tasikmadu Kecamatan Watulimo.

BPBD berharap agar setiap masyarakat atau wisatawan yang ada di wilayah tersebut selalu mengikuti imbauan dari petugas, khususnya tim reaksi cepat penanggulangan bencana. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...