hut

Pemko Malang Kekurangan 570 GTT

Ilustrasi [CDN]

MALANG — Pemerintah Kota Malang saat ini masih kekurangan sekitar 570 orang guru berstatus tidak tetap (GTT) untuk mengisi slot yang ditinggalkan oleh para guru yang memasuki masa pensiun.

Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Rusman Hadi, mengatakan kebutuhan GTT ini sebenarnya sekitar 800 orang, namun baru 230 yang direkrut, sehingga masih ada 570 slot guru yang kosong.

“Kebutuhan riil di lapangan ya 570 orang GTT,” ucapnya di Malang, Rabu (30/1/2019).

Menurut Rusman, untuk sementara yang bisa menggantikan posisi guru yang pensiun saat ini adalah GTT. Harapannya, rekrutmen untuk GTT juga segera dilakukan agar posisi guru yang pensiun bisa secepatnya terisi dan proses belajar mengajar kembali lancar di semua jenjang.

Menyinggung honor GTT yang masih di bawah standar upah minimum kota/kabupaten (UMK) yang berlaku, Rusman mengaku Pemkot Malang sudah menganggarkan dana untuk menambah honor GTT tersebut, yang diupayakan minimal setara dengan UMK yang berlaku di daerah ini.

Pemkot, lanjut Rusman, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para GTT ini, di antaranya berencana memberikan transpor Rp20 ribu per hari bagi GTT. “Ini memang masih rencana, tapi kami sudah menyepakati honor GTT setara UMK yang berlaku saat ini,” ucapnya.

Menurut Rusman, kesejahteraan GTT sangat penting untuk diperhatikan karena keberadaan mereka sangat membantu proses belajar mengaja, apalagi ketika ada guru yang pensiun. Saat ini tidak sedikit guru di Kota Malang yang merangkap pekerjaan. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dengan adanya gaji yang minimal senilai Rp1,75 juta, Rusman berharap dapat membantu kesejahteraan GTT.

Saat ini, lanjutnya, DPRD Kota Malang juga tengah menunggu perampingan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Malang, sebab penganggaran yang disetujui menyesuaikan kebutuhan OPD juga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah menginstruksikan agar pada 2019 sekolah memberikan honor bagi GTT minimal sama dengan UMR yang telah ditetapkan oleh Pemprov Jatim.

Jika keuangan sekolah dinilai masih memungkinkan, dianjurkan untuk menggaji GTT setara dengan UMK Kota Malang 2019 sebesar Rp2,688 juta per bulan.

Imbauan itu harus dilaksanakan bagi sekolah yang ada di Kota Malang, khususnya sekolah-sekolah negeri. Gaji guru GTT itu bisa diambil dari Bosda dan Bosnas. Namun, tidak semua GTT bisa mendapatkan upah sesuai UMK. Hanya GTT yang telah mengajar di atas lima tahun yang berhak mendapatkannya. [Ant]

Lihat juga...