Pemprov DKI Siap Lakukan Penataan Ulang Taman Tebet

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, Taman Tebet adalah salah satu area yang sangat berguna dan dimanfaatkan oleh warga di sekitar Tebet. Maka, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal melakukan penataan ulang Taman Tebet. Sehingga dapat menjadi tempat yang nyaman sepanjang hari bagi seluruh usia, baik yang muda sampai lanjut usia.

“Yang dilakukan nanti ada beberapa hal yakni pertama dalam mengintegrasikan sisi utara dan selatan, sehingga menjadi satu kesatuan taman. Ada juga bagian lalu lintas, yang bagian lalu lintas sudah jadi sekarang dan masyarakat sudah mulai merasakan manfaatnya,” ucap Anies di kawasan Taman Honda, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2019).

Ketika ditanya soal perubahan nama, Anies mengatakan bahwa nama Taman Honda sebaiknya tak digunakan lagi. Sebab, nama Taman Honda tak mencerminkan pengelolaan. Dia meminta warga untuk menyebutkan Taman Tebet.

“Tidak, kita akan gunakan nama Taman Tebet. Lebih mencerminkan kenyataan bahwa ini dikelola oleh pemerintah, didanai pemerintah, dibangun oleh pemerintah, dan dimanfaatkan oleh warga di lingkungan tempat ini,” kata Anies.

Selain mengoreksi nama Taman Honda, Anies meminta masukan ke warga soal perbaikan taman. Kemudian dia berencana menata ulang Taman Honda tersebut. Menurutnya supaya Taman Honda Tebet dapat memberi rasa nyaman kepada warga yang akan melakukan aktivitas di tempat itu.

“Kita akan melakukan penataan ulang dari Taman Tebet ini, sehingga bisa menjadi tempat yang nyaman sepanjang hari bagi seluruh usia warga, baik yang muda sampai warga senior,” ujarnya.

Dia berharap, setelah ditata ulang, taman bisa dipakai masyarakat seperti olahraga, berkumpul, ataupun sekadar menghirup udara segar.

“Harapannya taman ini benar-benar menjadi tempat warga berkegiatan, warga berinteraksi. Bukan semata-mata tempat hijau untuk dipandang tapi tempat hijau untuk berkegiatan,” pungkasnya.

Saat meninjau Taman Tebet, Anies mendapatkan sejumlah saran dari masyarakat sekitar. Salah satunya memastikan air yang mengalir di Taman Tebet tidak bau sebagai dampak dari adanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di dekat kawasan taman. Dengan demikian, penataan ulang Taman Tebet juga berarti pengaturan ulang desain TPS agar tidak menimbulkan aroma yang membuat warga tidak nyaman.

“Nah, ini akan dilakukan. Program ini bukan hanya di satu tempat, tapi ini salah satu percontohan awal. Ini akan kita terapkan di semua taman yang ada di Jakarta. Jadi, harapannya taman-taman ini benar-benar menjadi taman tempat warga berkegiatan, warga berinteraksi. Bukan semata-mata tempat hijau untuk dipandang, tapi tempat hijau untuk berkegiatan,” paparnya.

Kemudian sejumlah orang mengeluhkan sulitnya berolahraga di sekitar Taman Tebet seperti jogging track yang sudah rusak.

“Jogging track sudah pada rusak bolong-bolong, Pak,” kata salah satu warga kepada Anies.

Selain itu warga lainnya, meminta selter sebagai tempat berteduh. Pasalnya, tak ada kanopi atau selter di taman itu.

“Kalau hujan kabur semua, Pak,” kata warga.

Dengan adanya penataan ulang Taman Tebet, Anies memastikan taman akan dikelola oleh pemerintah, didanai oleh pemerintah, dibangun oleh pemerintah, yang kemudian dimanfaatkan oleh warga di lingkungan ini.

“Jadi, arahnya ke sana. Anggaran sudah disiapkan. Insyaallah tahun 2019 akan dikebut pengerjaannya, dan kita berharap nanti semua bisa tuntas dan bisa langsung dimanfaatkan warga,” ungkapnya.

Diketahui, Taman Tebet memiliki area seluas 20.000 m2 dengan dilengkapi beberapa fasilitas. Misalnya, musala, toilet, lapangan olahraga, permainan anak, peralatan olahraga outdoor, parkir sepeda, hingga photo booth yang dapat dimanfaatkan warga untuk konten media sosial.

Lihat juga...