Pemprov Sumbar Bersiap Gelar PENAS ke-16 KTNA

Editor: Koko Triarko

197

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat bersama Pemerintah Kota Padang, terus melakukan persiapan sebagai tuan rumah pada kegiatan Pekan Nasional ke-16 Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA). Diperkirakan, akan ada 60.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia datang ke Kota Padang. 

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mengatakan, pada PENAS KTNA ini, Kota Padang ditunjuk sebagai tuan rumah. Kegiatan juga akan diselenggarakan pada 20-25 Juni 2020 mendatang. Untuk itu, mulai dari sekarang perlu dipersiapkan segala sesuatunya, supaya Sumatra Barat menjadi daerah yang terbaik menyelenggarakan PENAS KTNA.

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit/ Foto: M. Noli Hendra

“Saat ini, persoalan lahan telah ada, yakni 55 haktare yang terpusat di Kantor Balai Kota Padang yang ada di Air Pacah. Jadi, sebaran wilayah untuk PENAS KTNA ini berada di tiga kecamatan di Padang, yaitu Kecamatan Koto Tengah, Kuranji, dan Nanggalo,” ujarnya, usai memimpin rapat PENAS ke-16 KTNA di Kantor Balai Kota Padang, Jumat (25/1/2019).

Ia menjelaskan, di atas lahan 55 haktare itu akan ada sejumlah kegiatan, termasuk untuk tempat pemondokan peserta, yang akan dikelola langsung oleh Pemerintah Kota Padang.

Nasrul menyampaikan, dari hasil rapat, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat akan membantu pelaksanaan PENAS KTNA  melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Sementara, saat ini Pemko Padang telah menyediakan anggaran lebih kurang Rp21 miliar 2019 ini.

“Banyak kegiatan yang dilakukan dalam memeriahkan PENAS KTNA di Padang. Mulai dari penyediaan lahan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan lain-lain, dengan luas lahan lebih kurang 55 haktare,” ujarnya.

Menurutnya, untuk kegiatan penyelenggaraan pembukaan dan penutupan merupakan kegiatan Kementerian Pertanian yang dibantu memfasilitasinya di daerah. Ada rencana Panitia Pusat akan melakukan junjungan ke Sumatra Barat, pada 13 Februari 2019, untuk memastikan bentuk agenda kegiatan.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan untuk rencana merenovasi 5.000 unit rumah warga di 3 kecamatan, sebagai tempat pemondokan peserta PENAS KTNA.

“Ada sekira 60 ribu tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia yang akan datang ke Kota Padang. Kalau untuk renovasi rumah warga itu sampai sekarang baru terdata 1.400 unit, dari target 5.000,” sebutnya.

Ia menyebutkan, sebelum rumah rumah warga itu jadi tempat pemondokan, Pemko Padang akan merenovasi rumah-rumah warga itu, dengan biaya Rp15 juta per unit rumah. Nantinya, setelah selesai direnovasi, masing-masing rumah pemondokan itu akan dihuni 10 orang peserta PENAS KTNA.

“Ada beberapa hal akan dilakukan dalam renovasi rumah warga itu. Setelah dihuni, kepada peserta PENAS KTNA akan membayar uang penginapan Rp125 ribu per orang untuk satu hari kepada pemilik rumah. Dari biaya itu tamu yang menginap telah diberikan sarapan dan makan,” jelasnya.

Wali Kota Padang dua periode ini juga menyatakan, persoalan setingan lokasi acara seperti parkir dan yang lainnya juga masih dalam tahap pembahasan. Hal ini karena dibutuhkan biaya yang besar untuk menyelenggarakan PENAS KTNA ini.

“Parkir rencananya di sebelah Kantor BPKP, caranya menimbun lahan parkir itu. Untuk itu, saya butuh dana yang besar. Sementara untuk tahun ini, Pemko Padang telah menyediakan anggaran Rp21 miliar. Semoga tahun depan dapat ditambah lagi,” jelasnya.

Mahyeldi juga berharap kepada masyarakat, khususnya yang berada di tiga kecamatan itu dapat membantu pemerintah untuk menyukseskan PENAS ke-16 KTNA , yang diselenggarakan di Kota Padang.

Baca Juga
Lihat juga...