Penambangan Pasir Liar Gunung Merapi Resahkan Warga

Editor: Koko Triarko

399

YOGYAKARTA – Selain membahayakan bagi para penambang, lokasi penambangan pasir liar tanpa izin di kawasan lereng Gunung Merapi, Sleman, juga mengancam sejumlah rumah milik warga.  Hal itu karena lokasi penambangan liar ini berada di tanah-tanah pekarangan milik warga yang berada di dekat pemukiman penduduk. Salah satunya, seperti terlihat di Dusun Kaliwuluh, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.

Lokasi penambangan pasir liar yang beberapa hari lalu mengalami longsor dan menewaskan seorang penambang ini, berada sangat dekat dengan sejumlah rumah penduduk.

Mustadi Camat Cangkringan -Foto: Jatmika H Kusmargana

Lahan yang dikeruk hingga kedalaman 15 meter lebih ini bahkan hanya berjarak beberapa meter saja dari salah satu rumah yang ada. Jika sewaktu-waktu tebing mengalami longsor, hampir dipastikan rumah tersebut akan ikut terbawa material longsoran dan masuk ke dalam jurang atau lahan penambangan pasir.

“Jelas khawatir kalau sewaktu-waktu longsor. Karena kan posisinya sudah di tepi tebing lokasi galian pasir. Padahal, rumah ini ditinggali tiga orang, yakni mertua dan saudara saya,” kata Parmin, pemilik rumah yang berada tepat di tepi lokasi penambangan liar, belum lama ini.

“Pinginnya kita ya dihentikan. Karena kan bahaya sekali. Sementara mertua dan saudara saya juga tidak punya tempat lain, kecuali di sini. Sehingga tidak bisa pindah,” ujarnya.

Camat Cangkringan, Mustadi, mengakui potensi bahaya yang ditimbulkan dari aktivitas penambangan pasir liar di wilayah Cangkringan. Namun, karena lokasi penambangan merupakan tanah pekarangan milik pribadi yang disewakan ke pihak lain, maka ia pun tak bisa berbuat banyak.

“Memang sebenarnya ilegal. Tapi kita tidak bisa apa-apa. karena itu di lahan pekarangan milik pribadi. Kita tidak punya kewenangan. Yang bisa kita lakukan hanya memberikan sosialisasi akan bahaya dan risikonya,” katanya.

Mustadi juga mengaku sudah melaporkan hal tersebut ke pihak pemerintah kabupaten, dan berharap agar pihak Pemkab dapat menghentikan seluruh aktivitas penambangan pasir liar tersebut, meski lahannya merupakan milik pribadi warga.

Lihat juga...