Pencak Silat, Pemersatu Budaya di Bekasi

Editor: Mahadeva

BEKASI — Secara bergantian, berbagai sanggar silat Betawi, menampilkan kemampuan beladiri setiap anggotanya. Jurus demi jurus, tampil mengikuti iringan musik tradisi pada milad ke-2 Paguyuban Silat Betawi Satria Pancaraga di Kampung Pedurenan, Kelurahan Jatiluhur, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Bang Brother, pengurus Paguyuban Pencaksilat, Satria Pancaraga – Foto M Amin

“Melalui budaya silat, ciptakan persatuan dan kesatuan. Kecamatan Jatiasih, saat ini sedang membangun budaya khususnya budaya Betawi, dan dalam sebulan bisa tiga kali silaturahmi budaya dilaksanakan,” kata pengurus Paguyuban Silat Betawi Satria Pancaraga, Bang Brother, Minggu (27/1/2019).

Milad diikuti sekira 20 peguruan silat yang ada di Kecamatan Jatiasih. Mereka, menampilkan berbegai seni bela diri, seperti jurus keraputih, perguruan J-Ung, dan jurus lain. Hal itu menunjukan keanekaragaman dari silat.

Melalui silaturahmi budaya pencak silat, ingin mencoba untuk bersama-sama mengangkat budaya, agar mendapat perhatian pemerintah daerah. Selain itu, juga ingin mempertahankan budaya Betawi, agar tidak punah tergilas oleh modernisasi. “Jalin persatuan dan kesatuan silaturahmi itu penting . Silaturahmi budaya, agar dikembangkan budaya yang dulu dipakai oleh moyang, agar tidak punah,” tandasnya.

Kota Patriot disebutnya, milik semua, budaya luar juga bisa berkembang dan menjalin silaturahmi bersama. “Andaipun ada suku lain yang ada di Jatiasih, membangkitkan budaya masing-masing, baik itu Jawa, Sunda, pada intinya kami tetap menjalin silaturahmi dan sinergi,” tegasnya.

Menurutnya, dalam seni bela diri, setiap jurus ada sisi perbedaan. Tetapi, perbedaan itu menjadi kelebihan dan kekurangan. Dalam suatu inggasan, gerakan mematikan itu memiliki kesamaan.  Pada intinya setiap ajang silaturahmi dengan menampilkan berbagai perguruan silat, bertujuan bukan sebagai ajang gagahan. Yang diupayakan adalah, tampil lebih indah dibanding lainnya.

“Setiap jurus dalam silat memang berbeda, tetapi perbedaan itu dijadikan satu sebagai ajang silaturahmi, menjadi suatu motivasi dengan perguruan lain. Baper untuk keamajuan,” sebutnya.

Pencak bermakna gerak. Pencak adalah gerak, Silat merupakan silaturahmi. Dengan belajar silat, dapat menambah kepercayaan diri, ketangkasan, kecerdasan dan menambah kepemilikan etika dan adab. Dengan masuk budaya, entah silat akan mendapat didikan untuk menjaga etika dan adab untuk silaturahmi. “Saya sendiri di budaya ini, saya tidak merasa kurus, gemuk, atau merasa guru, murid. Dalam silat ada istilah seperti Salat Jumat, semua disebut Jamaah,” pungkasnya.

Lihat juga...