Penduduk Asli Jayawijaya Dibiayai Sekolah Pilot

Ilustrasi logo Kabupaten Jayawijaya Papua - Foto jayawijayakab.go.id

WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, membiayai pemuda dan pemudi warganya sekolah pilot. Yang mendapatkan bantuan adalah, warga yang masuk katagori penduduk asli Jayawijaya.

Bupati Jayawijaya, John Richard Banua, mengatakan, ada beberapa anak yang memiliki semangat menjadi pilot, namun terbentur dana. Biaya untuk sekolah pilot tidaklah murah. “Biaya sekolah pilot cukup tinggi. Tetapi karena ada kemauan dari anak-anak di sini, pemerintah harus dukung. Itu (dukungan pemerintah) merupakan upaya mengangkat harga diri anak Jayawijaya. Kalau bukan kita yang mengangkat, siapa lagi?” katanya, Sabtu (26/1/2019).

Saat mengunjungi Distrik Pelebaga, masyarakat setempat meminta Bupati John R Banua dan Wakil Bupati Marthin Yogobi, membantu seorang pemuda untuk sekolah pilot. “Kita sudah punya komitmen, bahwa kami berdua tetap membiayai mereka. Sekarang giliran Pelebaga kita angkat lagi, supaya lebih banyak adik-adik di penerbangan, karena penerbangan (keahlihan di bidang penerbangan) ini sangat susah,” katanya.

Mantan Wakil Bupati Jayawijaya tersebut mengatakan, sudah ada beberapa perwakilan anak yang dibantu menyelesaikan sekolah pilot. Seperti Elisabet warga Distrik Pyramid, dan satu anak lainnya di Tulem. “Satu adik perempuan yang dari Tulem, itu sekarang sudah bisa terbang,” katanya.

Bupati John mengatakan, pemerintah akan membantu juga anak-anak yang hendak bersekolah pada bidang-bidang tertentu yang sangat dibutuhkan dalam pelayanan kemasyarakatan. “Misalnya dokter, kita harus biayai mereka supaya setelah selesai, mereka kembali melayani daerah mereka sendiri,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...