hut

Penertiban Tambang Minyak Ilegal di Batanghari Mendapat Penolakan Warga

Ilustrasi - Tambang minyak tradisional - Dokumentasi CDN

JAMBI — Penertiban aktivitas penambangan minyak secara ilegal di Desa Bungku dan Desa Pompa Air Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi mendapat penolakan dari sekelompok warga, Selasa (29/1).

Tim gabungan yang terdiri dari pihak kepolisian, Pertamina, Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC), Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Batanghari mencoba melakukan penertiban terhadap aktivitas penambangan minyak illegal di kawasan Wilayah Kerja Pertamina (WKP) EP-TAC PT. PBMSJ Kecamatan Bajubang.

Namun penertiban yang dilakukan oleh tim gabungan tersebut tidak berjalan dengan lancar. Hal itu dikarenakan pada saat penertiban berlangsung terjadi penolakan oleh sekelompok warga yang menduduki kawasan tersebut.

Awalnya penertiban yang direncanakan menggunakan alat berat berupa eksapator berjalan dengan lancar. Di awal penertiban alat berat menutup dua unit bak penampungan minyak ilegal. Namun saat alat berat hendak menutup bak penampungan minyak lainnya, massa menghadang alat berat melakukan pekerjaanya menutup sumur.

Masa mengakui bahwa kawasan penambangan minyak ilegal tersebut merupakan tanah milik seorang warga, dan warga tersebut mengklaim memiliki sertifikat atas tanah tersebut. Guna menghindari bentrok dengan warga tim menghentikan penertiban.

Tim gabungan tersebut berencana akan melakukan penertiban selama tiga hari. Namun dengan adanya penolakan itu rencana penertiban aktivitas penambangan minyak ilegal tersebut akan dilakukan pembahasan oleh tim gabungan.

Lokasi penambangan minyak illegal tersebut berada tepat di seberang pos security EP-TAC PT. PBMSJ Kecamatan Bajubang. Di lokasi tersebut terdapat ratusan sumur minyak illegal.

Aktivitas penambangan minyak illegal tidak hanya di kawasan WKP EP-TAC PT. PBMSJ saja, namun di lahan-lahan milik masyarakat juga terdapat aktivitas penambangan minyak secara ilegal.

Saat ini terdapat ratusan sumur minyak ilegal yang tengah beroperasi dengan aktif dalam setiap harinya. Bahkan aktivitas penambangan minyak secara ilegal di daerah itu telah memasuki kawasan Taman Hutan Raya (Tahura). (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!