Pengelola Proyek di Jakarta Diminta Perhatikan Drainase

Editor: Koko Triarko

240
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019). -Foto: Lina Fitria

JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, mengatakan seluruh proyek pembangunan yang berada di wilayah Ibu Kota tidak menghalangi saluran air di sekitarnya.

“Semua saluran-saluran air di areal proyek itu sudah ketentuannya tidak boleh terhambat, tidak boleh terhalangi oleh bahan-bahan pekerjaan proyek,” kata Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019).

Orang nomor satu di Ibu Kota pun mengatakan, akan memeriksa kembali saluran-saluran air yang terletak di area proyek pengerjaan. Seperti proyek MRT, LRT, hingga pengerjaan ruas jalan tol.

“Jadi, nanti kami minta diperiksa ulang, tapi kami ingin agar semuanya bekerja memastikan terutama pengelola proyek, bahwa jangan ada saluran air yang tertutup,” ujarnya.

Dia tidak ingin kejadian seperti tahun lalu di terowongan, atau underpass Cawang, Jakarta Timur, terulang kembali. Menurutnya, genangan terjadi bukan karena saluran air atau drainase bermasalah.

“Ingat kejadian tahun lalu di Cawang underpass, itu tertutup oleh pembatas jalan yang dipasang oleh kontraktor di sana. Jadi, salurannya lancar, tapi menuju salurannya terhambat. Jadi, seperti itu nanti harus diperiksa lagi,” ujar Anies.

Sementara, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Teguh Hendrawan, pernah menuturkan hal serupa. Dia menyebutkan, bahwa proyek pembangunan MRT, LRT, hingga jalan tol menjadi salah satu penyebab timbulnya genangan air terjadi di Jakarta.

Hal ini diungkapkan Teguh pada beberapa waktu lalu, mengingat banyak ruas jalan Ibu Kota tampak tergenang air ketika hujan deras turun, seperti di kawasan MT Haryono, Jakarta Timur.

“Perlu dicatat juga, salah satu penyebab genangan saat ini adalah pembangunan MRT, LRT dan 16 ruas jalan tol DKI Becakayu,” ujar Teguh saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (25/1/2019).

Kepala Dinas SDA tersebut mengklaim, pembangunan proyek LRT di sekitar wilayah tersebut kurang memperhatikan adanya drainase. Sehingga air hujan tidak dapat terserap ke dalam tanah dengan baik.

“Mereka yang melakukan pembangunan ini kurang memperhatikan drainase-drainase yang ada. Itu misalnya di MT Haryono, tapi sudah berangsur surut dan itu dampak dari pembangunan,” ungkap Teguh.

Diketahui, ada proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota yang terbentang dari Jalan Boulevard Timur hingga Jalan Boulevard Barat. Juga ada proyek LRT terbentang di Jalan Boulevard Raya, mulai dari depan Mal Kelapa Gading (MKG) hingga persimpangan Jalan Perintis Kemerdekaan. Sementara, pagi tadi sejumlah ruas jalan di kawasan Kelapa Gading terendam banjir

Banjir sebagai imbas hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (29/1/2019) malam, ditambah berbagai pengerjaan proyek yang menghambat aliran air di lokasi.

Sebelumnya, Anies juga mengatakan, dalam menghadapi musim hujan, Pemerintah Provinsi DKI telah menyiapkan alat berat sebanyak 192 unit dan seluruhnya sudah disebar pada beberapa titik tersebut untuk dilakukan pengerukan. Seperti di Kampung Melayu, pengerukan dilakukan dari jembatan hingga tongteng, panjangnya sekitar 1,9 kilometer.

Alat berat berupa pengeruk juga sudah diterjunkan ke Kali Ciliwung, untuk mengeruk sampah atau pun lumpur yang menjadi tempat aliran dari Bogor hingga ke laut.

Sebagaimana diketahui, Kali Ciliwung sampai saat ini masih memuntahkan isinya, bila musim penghujan datang.

Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, musim penghujan baru melanda Jakarta pada bulan November, dan intensitasnya masih rendah. Hasil penghitungan dari Januari sampai Juni 2018 tercatat 180 titik genangan dan beberapa lokasi 80 kejadiannya berulang.

Lihat juga...