Pengembangan Rumah Pangan Lestari, Fokus Pemkab Pesisir Selatan

Editor: Satmoko Budi Santoso

169

PESISIR SELATAN – Dinas Pangan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, masih melakukan pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari ( KPRL ) pada tahun 2019.

Hal tersebut dilakukan sebagai  upaya mendukung ketersedian pangan di tingkat rumah tangga.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, menjelaskan, pada tahun 2018 yang lalu beberapa kegiatan pembangunan di bidang pangan melalui pembangunan program pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di beberapa nagari.

Seperti yang telah ada di Nagari Kapuah, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Di desa itu, telah ditetapkan menjadi lokasi Kawasan Rumah Pangan Lestari, pada tahun 2018 yang lalu.

“Kegiatan untuk Kawasan Rumah Pangan Lestari ini dilaksanakan bersinergi dengan anggaran nagari dan Dinas Pangan Pesisir Selatan. Jadi untuk ketersediaan pangan kita perlu saling bekerjasama, termasuk hingga ke desa,” katanya, Senin (14/1/2019).

Ia menjelaskan, untuk Kawasan Rumah Pangan Lestari yang telah ada itu, seperti yang ada di tahun anggaran 2018, ada beberapa kegiatan pembangunan di bidang pangan.

Selanjutnya dengan telah adanya Kawasan Rumah Pangan Lestari, Pemkab Pesisir Selatan juga melakukan kegiatan pembiayaan terhadap industri pengembangan pangan pokok lokal.

Hendrajoni menyebutkan, hal itu juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan keamanan pangan.

Banyaknya sebaran kegiatan tersebut, sebab kegiatan itu, bersumber dari APBN dan ada juga dari APBD.

“Saya menginginkan, dengan kegiatan ini, maka ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga bisa terpenuhi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Pesisir Selatan, Alfis Basyir, juga mengatakan, upaya untuk ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga itu, juga beriringan dengan pengembangan usaha pangan masyarakat (PUPM) di dua kecamatan, yakni Ranah Pesisir dan Sutera.

“Pada PUPM tersebut didirikan Toko Tani Indonesia (TTI) dan juga menjadi tempat penyaluran beras untuk menstabilkan harga di bawah pasaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk pengadaan cadangan pangan pemerintah di tahun 2018 kemarin, ada sebanyak 5,25 ton. Dengan pengadaan tersebut, maka total cadangan pangan hingga tahun lalu itu menjadi 45,75 ton, dengan target tahun 2021 menjadi 100 ton.

“Kondisi pangan yang demikian, terdapat pada pembangunan yang  ada di Nagari Mandiri Pangan, Nagari Sungai Tunu Utara Kecamatan Ranah Pesisir dan Nagari Taratak Kecamatan Sutera,” sebutnya.

Selanjutnya, juga ada pengembangan kawasan mandiri pangan yang berlokasi di Kecamatan Air Pura. Tahap mandiri dibiayai APBN dengan pengadaan 2 unit mesin penggilingan jagung. Dinas Pangan Pesisir Selatan ke depan berharap, persoalan pangan akan terus diupayakan menuju swasembada pangan di Pesisir Selatan.

Alfis menyatakan, tidak hanya Kawasan Rumah Pangan Lestari, Dinas Pangan juga melakukan kegiatan pembiyaan terhadap industri pengembangan pangan pokok lokal melalui pembinaan terhadap pangan pokok seperti jagung yang dikembangkan di Kecamatan Sutera.

“Kita akan bersama-sama pihak lainnya untuk mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari ini ke depan,” ungkapnya.

Ia berkata, dengan anggaran nagari dan Dinas Pangan Pesisir Selatan, dan untuk mewujudkan hal tersebut, perlu Kawasan Rumah Pangan Lestari melakukan kegiatan pembiayaan terhadap industri pengembangan pangan pokok lokal, melalui pembinaan terhadap pangan pokok komoditi lainnya.

Alfis menguraikan, ada beberapa nagari di Pesisir Selatan telah melakukan program Kawasan Rumah Pangan Lestari, yaitu Nagari Sungai Tunuh Utara dan Nagari Taratak. Sedangkan untuk target cadangan pangan di Pessel tahun 2021 menjadi 100 ton.

Baca Juga
Lihat juga...