Pengerjaan Stadion Terbesar di Sumbar, Terus Dikebut

Editor: Satmoko Budi Santoso

PADANG PARIAMAN – Stadion Utama Sumatera Barat yang berada di Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman, ditargetkan rampung pada tahun 2020 mendatang. Stadion yang berkapasitas 45 ribu penonton ini mendapatkan kucuran dana sebesar Rp179 miliar pada tahun 2019, yang merupakan pengerjaan tahap V.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, saat ini pengerjaan tengah membangun lantai pertama yang merupan tempat duduk penonton. Stadion ini dirancang sebagai stadion terbesar di Sumatera Barat, setelah Stadion H. Agus Salim Padang, yang kini menjadi pusat berbagai kegiatan olahraga di Sumatera Barat.

Stadion Utama itu diperkirakan mampu menampung penonton dengan jumlah mencapai 45 ribu penonton untuk tempat duduk tipe A.

“Kita upayakan pengerjaan stadion ini secepat mungkin. Karena Stadion Utama ini juga akan digunakan sebagai tempat dilangsungkannya pembukaan MTQ Nasional 2020. Sebab kita di Sumatera Barat ditunjuk sebagai tuan rumah,” katanya, Kamis (10/1/2019).

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit/Foto: M. Noli Hendra

Nasrul menyebutkan, Stadion Utama tersebut nantinya juga turut menyediakan sejumlah sarana dan prasarana lainnya.

Selain dari lapangan bola, juga ada lintasan atletik, ruang atlet, tempat duduk penonton dan infrastruktur lainnya. Selain itu juga ada sarana dan prasarana empat gedung olahraga yakni danau buatan untuk olahraga air, serta satu bukit untuk olahraga sepeda gunung.

“Saya optmis pengerjaan ini akan selesai, karena memang belum bisa dipastikan selesai 100 persen. Tapi dapat dipakai untuk pembukaan MTQ Nasional 2020,” ujarnya.

Dia memperkirakan, Stadion Utama Sumatera Barat dapat target tuntas 100 persen pada pertengahan 2019 mendatang. Selanjutnya setelah pembangunan fisik selesai, akan dilanjutkan dengan pembangunan jalan mulai di Lubuk Alung.

Menurutnya, perlu terus dikebut pengerjaan Stadion Utama, karena hal ini bentuk kesiapan Sumatera Barat untuk menjadi tuan rumah yang baik pada pelaksanaan MTQ Nasional 2020.

“Jadi memang pembukaan direncanakan di Stadion Utama di Kabupaten Padang Pariaman ini. Sementara acara lomba MTQ diselenggarakan di Kota Solok. Untuk itu, kita ingin benar-benar menyediakan dan menyiapkan fasilitas sebaik mungkin guna kelangsungan kegiatan berskala nasional tersebut,” jelasnya.

Hal itu juga yang membuat dirinya mendatangi dan mengunjungi langsung proyek pembangunan Stadion Utama tersebut, karena persiapan tidak hanya dari sarana dan prasarana penunjang saja. Namun, kesiapan Qori dan Qoriah yang akan mewakili Sumatera Barat pada ajang tersebut, juga terus dipersiapkan.

Sebab, pada tahun lalu di Medan, Sumatra Utara, prestasi Sumatera Barat merosot tajam dan hanya bertengger di peringkat 14. Turun tujuh tingkat dari MTQ Nasional di Mataram Nusa Tenggara Barat tahun 2016 lalu.

“Untuk itu, dari sekarang kita akan siapkan Qori dan Qoriah yang potensial. Apalagi, kita menjadi tuan rumah sehingga prestasi yang sempat merosot di MTQ Sumatra Utara 2018 dapat diperbaiki. Maka, bulan Maret nanti kita sudah mulai merekrut Qori dan Qoriah,” ungkapnya.

Untuk mempersiapkan para Qori dan Qoriah itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga telah menemui langsung pihak Perguruan Tinggi STAI-PIQ (Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Al-Qur`an) di Padang. Kedatangannya itu, guna memastikan bahwa secara keseluruhan Sumatera Barat benar-benar siap jadi tuan rumah.

Lihat juga...