Pengusaha: Pasar Properti Jatim Masih Lesu

Ilustrasi perumahan - Foto: Dokumentasi CDN

SURABAYA – Pasar properti di Jawa Timur (Jatim), pada awal 2019 ini masih lesu. Pengembang lebih banyak memilih untuk menghabiskan stok hunian yang dimiliki.

“Hal ini karena bisnis properti termasuk dalam satu lingkaran, dan berkaitan satu sama lain. Tapi kami yakin semua berjalan lancar, ke depan properti akan kembali bagus,” kata Pengusaha properti sekaligus Direktur PT Jade Development, Prani Riniwati Prani di Surabaya, Selasa (22/1/2019).

Lesunya pasar properti di Jatim, karena terpengaruh momentum pelaksanaan pemilu. Secara umum, kondisi pada semester pertama tahun ini masih berat. Sebagai pengembang, Prani telah mengembangkan proyek perumahan seluas 20 hektare.

Namun saat ini, baru dikembangkan tahap pertama seluas 5,5 hektare. “Total rumah yang kami tawarkan pada tahap pertama sebanyak 400 unit dengan 75 persen di antaranya sudah terjual,” tandasnya.

Terkait skema pembayaran, rata-rata KPR masih mendominasi. Angkanya bisa mencapai 90 persen dari semua transaksi. Sisanya, membeli dengan cara in house atau cicilan melalui pengembang. “Kalau KPR untuk pembeli dengan fixed income. Yang in house ini kami tujukan untuk pelaku UMKM, biasanya mereka kesulitan mengajukan kredit ke bank,”‘ pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...