hut

Penyaluran Kredit Perbankan di Purwokerto Tinggi

Editor: Mahadeva

Kepala Bank Indonesia Purwokerto, Agus Chusaini memberikan penjelasan tentang penyaluran kredit perbankan. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO – Penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Purwokerto, termasuk dalam kategori tinggi. Area penanganan BI Purwokerto adalah, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Cilacap.

Dari data BI, jumlah kredit melampaui batas Loan Deposite Ratio (LDR) yang sehat. Berdasarkan data BI Purwokerto, tingkat LDR perbankan mencapai 106,61 persen. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Agus Chusaeni, menjelaskan, berdasarkan data LDR, penyaluran kredit di wilayah eks Karesidenan Banyumas, melampaui jumlah simpanan atau tabungan masyarakat yang masuk ke bank.

Kendati demikian, Agus Chusaeni menyebut, penyaluran kredit yang melampaui tabungan masyarakat tersebut, tidak mempengaruhi kesehatan perbankan bersangkutan. ʺPenyaluran kredit yang tinggi tersebut, tidak berpengaruh terhadap kondisi perbankan, bahkan dari pantauan BI Purwokerto, secara keseluruhan stabilitas sistem keuangan perbankan di sini masih cukup kuat,ʺ tandas Agus Chusaini, Sabtu (26/1/2019).

Lebih lanjut Agus menyebut, kondisi tersebut dipengaruhi perbankan penyalur kredit yang melampaui jumlah tabungan masyarakat, adalah perbankan nasional. Keberadaanya di daerah hanya sebagai kantor cabang. Sehingga keuangan perbankan tetap masih kuat dan stabil, sekalipun angka penyaluran kredit tinggi. Dari catatan BI Purwokerto, LDR perbankan tertinggi berada di Kabupaten Banjarnegara, yang mencapai 133,76 persen.

Selanjutnya di Banyumas yang mencapai 122,32 persen dan di Kabupaten Purbalingga mencapai 118,66 persen. Sedangkan perbankan di Cilacap, tingkat LDR-nya justru hanya 71,95 persen. Kabupaten Cilacap penyaluran kreditnya terbilang kecil, sementara simpanan masyarakat besar, di  atas angka penyaluran kredit.

Sementara itu, kredit yang disalurkan perbankan di wilayah eks Karesidenan Banyumas, juga didominasi kredit modal kerja yang mencapai 51 persen.  Total kredit yang disalurkan pada 2018 mencapai Rp26 triliun. Sedangkan kredit konsumsi sebesar 39 persen dan kredit investasi hanya sebesar 10 persen.

ʺUntuk angka kredit macet di perbankan wilayah eks Karisidenan Banyumas sepanjang 2018 juga relatif menurun. Hal ini terlihat dari angka Non Performing Loan (NPL) yang juga menurun. Jika pada triwulan I tahun 2018, angka NPL masih tercatat 2,58 persen, pada triwulan keempat, turun menjadi 1,98 persen,” pungkasnya.

Lihat juga...