Perubahan Iklim Jadi Tantangan Pengelolaan Sumber Daya Air

175
Menteri PUPR, Basuki-Hadimuljono -Dok: CDN

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyatakan, fenomena perubahan iklim yang terjadi secara global, menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air di berbagai wilayah Nusantara.

“Perubahan iklim menjadi tantangan dalam pengelolaan sumberdaya air di Indonesia,” kata Basuki Hadimuljono, Sabtu (5/1/2019).

Menurut dia, dengan adanya pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan kemarau, serta pola hujan dengan durasi pendek namun intensitasnya tinggi, kerap mengakibatkan banjir.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk menjaga daerah tangkapan air melalui penghijauan kembali dan menahan laju alih fungsi lahan.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, pernah menyebutkan, bahwa bendungan kering Sukamahi dan Ciawi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan mengurangi debit banjir Kali Ciliwung, sehingga bermanfaat mengendalikan banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Basuki Hadimuljono menyatakan, pembangunan kedua bendungan tersebut merupakan upaya pemerintah di hulu Sungai Ciliwung, untuk mengurangi kerentanan banjir di kawasan strategis nasional (KSN) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Dua bendungan kering yang dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, juga merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir Jakarta.

Ia mengemukakan, pembangunan kedua waduk tersebut turut berkontribusi mengurangi debit banjir di hulu Ciliwung sekitar 30 persen.

Menteri PUPR mengatakan, pengendalian banjir tidak bisa hanya dilakukan melalui upaya struktural atau pembangunan fisik, namun harus didukung kegiatan nonstruktural, seperti kampanye penyadaran masyarakat, tata ruang zonasi, dan pembuatan berbagai sumur resapan di lingkungan rumah masing-masing. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...