hut

Pesta Musik TMII Bawa Pengunjung Kembali ke Era 80-an

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA — Beberapa orang penyanyi yang populer di era 80 hingga 90-an hadir di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dalam gelaran “Pesta Musik dan Kuliner TMII 2019”. Mereka membawakan lagu masing-masing untuk menghibur akhir pekan pengunjung.

Dalam acara yang dipusatkan di area stasiun Kereta Api TMII, Jakarta, Sabtu (19/1/2019) malam, Deddy Dukun hadir dengan busana hitam dan melantunkan lagu Puji Syukur. Sebuah lagu yang ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Tuhan berikan dalam kehidupan manusia di dunia.

Meski dalam kondisi tidak fit, Deddy Dukun tetap berusaha memberikan penampilan yang maksimal untuk mengobati kerinduan penggemarnya.

“Saya sebenarnya lagi sakit dan dalam perawatan dokter. Tapi demi tampil di TMII yang dibangun oleh Ibu Tien Soeharto. Saya minta izin pada dokter, dan saya pun bisa tampil di TMII, menghibur pengunjung,” ujar Deddy.

Dengan suara khasnya, lagu Biru pun dipersembahkan hingga membius penonton yang hadir. Mereka ikut hanyut menyanyikan lagu nostalgia itu bersama Deddy Dhukun.

Bahkan, istri Direktur Utama TMII Tanribali Lamo, mendendangkan lagu Biru ini bersama Deddy Dhukun. Suara keduanya mengalun merdu mengiringi malam nostalgia para pecinta lagu lawas.

Pesta Musik
Deddy Dhukun tampil menyanyikan lagu Biru pada Pesta Seni dan Kuliner TMII di stasiun kereta api TMII, Jakarta, Sabtu (19/1/2019) malam. Foto : Sri Sugiarti.

‘Masih Ada’ lagu yang dipopulerkan Deddy Dhukun dengan almarhum Dian Pramana Putra pun disuguhkan. Penonton kembali terhibur dan ikut hanyut berdendang.

“Ini lagu kenangan saya dengan Dian. Mohon doanya untuk almarhum Dian ya,” ujarnya.

Selanjutnya, penyanyi Mus Mujiono pun tidak mau ketinggalan. Dengan menggenakan kemeja lengan panjang bermotif seekor macam dan syal hitam, terlihat nyentrik. Tangannya memetik gitar dan membawakan lagu ‘Arti Kehidupan’.

Penonton pun kembali diajak bernostalgia dalam kenangan tembang 80an. “Ini penampilan pertama saya di TMII, kita bernostalgia. TMII berinovasi menampilkan musik era 80an, semoga pengunjung terhibur,” ujarnya.

Penampilan Rita Effendy, Agus Wisman, Ratu Ira, Zeno dan Adjie Soetama dalam tembang Sesaat Kau Hadir juga menaklukkan penonton. Begitu juga dengan lagu Aku Cinta Dia, Logika dan yang dipopulerkan Vina Panduwinata. Kedua lagu ini menghanyutkan penonton berdendang dalam alunan musik lagu lawas itu.

Berlanjut mereka pun menembangkan lagu Bohong. Lagu ini pun sukses menghibur penonton. “Ini lagu kenangan saya, mengingatkan saat dihianati pacar waktu saya masih muda, dulu,” kata Dewi, salah satu penonton.

Lagu Pesta yang pertama kali dinyanyikan Malahoillo, menjadi tembang pamungkas pesta musik lagu era 80an yang disajikan TMII.

Dalam alunan lagu lawas ini, pengunjung melantai di depan panggung sambil bernyanyi menambah syahdu nostalgia.

“Tembang lawas yang tak pernah redup, ini lagu favorit saya semua, untung saya jalan-jalan ke TMII, terhibur sekali. Sukses untuk TMII, terus berinovasi,” ujar Sundari kepada Cendana News.

Dia mengaku merasa terhibur atas penampilan penyanyi-penyanyi lawas dengan tembang hits-nya. Dia bangga dengan managemen TMII yang menampilkan nuansa musik berbeda dengan aksi panggung yang kental terasa nostalgianya.

“Pengunjung dapat bernostalgia ya, saya lihat ada yang nyanyi dengan mas Deddy Dhukun dan Mbak Rita Effendy. Semua terhibur ya, termasuk saya dan suami,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo mengatakan, acara ini sengaja dibuat oleh managemen TMII dengan tujuan menjangkau segmen-segmen menengah ke atas.

“Jadi kita coba menampilkan musik tahun 80-90an. Kegiatan baru sekaligus memperkenalkan pada masyarakat bahwa TMII mencoba untuk menjangkau segmen yang lebih besar,” ujar Tanri.

Acara ini menurutnya, akan diupayakan berlanjut terus. Pada dua minggu lalu, TMII sukses menampilkan Jelly Tobing and The Arrow Beat Tribute to Koes Plus di panggung Candi Bentar. Ke depan dengan inovasi akan terus berkembang dengan musik-musik zaman sekarang.

“Selama ini TMII, hanya sampai pukul 18.00-19.00 WIB. Kita coba buka sampai pukul 22.00 WIB dengan tampilkan musik lawas ini. Sementara kita coba di malam Minggu ini, dan diharapkan masyarakat mau berkunjung ke TMII,” ujarnya.

Tanri menambahkan, suguhan pesta musik lagu-lagu lawas ini merupakan balutan daripada pelestarian budaya bangsa. Seperti festival saturday night atau festival Sabtu malam yang harus diupayakan terus.

Penanggungjawab acara Pesta Musik dan Kuliner TMII, Dwi Windyarto menambahkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas daripada pertunjukan-pertunjukan.

“Agar ada keseimbangan, ada sisi budaya tapi ada sisi lain yaitu penampilan musik band lagu era 80an,” ujarnya.

Dengan inovasinya, TMII kedepan akan lebih eksis selain dengan penyajian seni budaya daerah juga musik lawas. Karena menurutnya, suguhan lagu-lagu era 80an ini sebagai daya tarik bagi pengunjung.

Lihat juga...