Petani Aceh Jaya Kembangkan Cabai

Lahan cabai - Dok: CDN

MEULABOH – Petani di Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, mengembangkan cabai merah, sebagai komoditas unggulan kegiatannya. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian petani di daerah setempat.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Jaya, Nurdin, menuturkan, tanaman cabai merah keriting menjadi palawija yang digemari petani. Tanaman tersebut, cocok dengan kondisi alam di daerah tersebut. “Beberapa titik lokasi sangat cocok, khususnya daerah yang terbebas dari banjir, atau jauh dari daerah aliran sungai. Selain karena alasan ekonomi, ketertarikan petani untuk membudidayakan cabai, karena termasuk tanaman mudah dikembangkan,” sebutnya, Selasa (1/1/2019).

Selasa (1/1/2019), digelar temu lapang, atau farm field day kelompok tani Kabong 1, Desa Kabong, Kecamatan Krueng Sabee. Dalam kegiatan tersebut, hadir KTNA dan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Jaya, TNI, serta unsur terkait lainnya. Di Kecamatan Krueng, dilakukan budi daya tanaman cabai merah. Kegiatan dilakukan di lahan seluas dua hektare, sebagai pilot projek pertama. Hal itu akan dilanjutkan Dinas Pertanian Aceh Jaya, dengan perluasan lahan tanaman cabai, hingga mencapai 60 hektare.

“Kalau secara keseluruhan, menurut data Dinas Pertanian itu sampai 60 hektare, ada 45 kelompok tani yang akan mengembangkan tanaman cabai ini. Semuanya didanai oleh pemerintah, untuk membantu perekonomian petani,” sebutnya.

Nurdin menyebut, tanaman cabai sangat rentan rusak oleh faktor cuaca. Karenanya, lokasi pengembangan yang dipilih saat ini, sudah melewati tahap survei, yang dilakukan pemerintah. Diharapkan, tanaman cabai bisa tumbuh subur dan berbuah lebat. Selain itu, perhatian pemerintah Aceh Jaya dan Provinsi Aceh, terhadap pembangunan sektor pertanian di daerah setempat sudah begitu serius. Hal itu diharapkan, dapat memberikan manfaat kepada petani.

“Harapan kita petani bisa memanfaatkan bantuan pemerintah ini dengan serius, sehingga terbantu perekonomiannya. Yang menerima bantuan ini memang petani yang menanam cabai secara berkelanjutan, bukan petani musiman,” sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan, saat ini harga tampung cabai merah petani di Aceh Jaya sudah mencapai Rp18.000 per kilogram (kg) hingga Rp20.000/ kg. Harga tersebut, tidak begitu rendah dan masih ada keuntungan bagi petani. (Ant)

Lihat juga...