Polisi Bekuk Empat Pelaku Pembobol Uang Perusahaan Finance di Bekasi

Editor: Koko Triarko

365

BEKASI – Kepolisian Sektor Metro Bekasi Kota, mengungkap kasus penggelapan dan penipuan yang dilakukan oleh empat oknum karyawan perusahan yang bergerak di bidang finance, yakni PT. FIF Group Cabang Bekasi 2, Jawa Barat.

Keempat orang pelaku merupakan orang dalam perusahaan pembiyaan tersebut, sehingga mereka mudah melakukan aksi penipuan dengan menggunakan data calon nasabah fiktif, sehingga berhasil membobol uang perusahaan dengan modus pencairan dana pinjaman mencapai Rp314.177.886.

Keempat pelaku yang berhasil diringkus dan diamankan di Polsek Metro Bekasi Kota. -Foto: M Amin

“Pelaku melakukan pengajuan pinjaman pembiayaan dana tunai dengan jaminan BPKB sepeda motor, menggunakan data nasabah atau konsumen fiktif. Setelah pinjaman dicairkan, uang tersebut mereka bagi rata untuk kepentingan pribadi,” kata Kapolsek Bekasi Kota Kompol Parjana, Selasa (29/1/2019) sore.

Guna memperlancar aksi penipuan tersebut, lanjut Parjana, keempat pelaku sempat beberapa kali melakukan pembayaran cicilan untuk beberapa nama nasabah yang fiktif.

Namun, pihak perusahaan PT. FIF Group Cabang Bekasi 2 yang beralamat di jalan Jenderal Sudirman Nomor 99 Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, curiga karena beberapa bulan setelahnya tidak tidak ada cicilan yang masuk dari nasabah-nasabah fiktif tersebut.

Setelah dilakukan pengecekan pihak perusahaan, ternyata beberapa BPKB yang dijadikan jaminan, merupakan BPKB yang sudah diblokir oleh kepolisian, karena tercatat dalam data laporan sepeda motor yang hilang. Pihak perusahaan lalu melaporkan permasalahan tersebut ke Polsek Bekasi Kota, dan tidak lama para pelaku bisa diringkus.

Dari pengakuan pelaku penipuan dan penggelapan, imbuh Parjana, diketahui seluruh BPKB yang dijadikan jaminan tersebut dibeli secara online.

Kapolsek Metro Bekasi Kota, Kompol Parjana. -Foto: M Amin

“Ada 35 lembar BPKB dan data nasabah fiktif yang kami sita sebagai barang bukti, termasuk hasil audit dari PT. FIF Group Cabang Bekasi 2, serta empat berkas surat keterangan kerja,” ujar Parjana.

Untuk itu, dia mengimbau kepada pemilik BPKB kendaraannya yang hilang, agar tidak memperjualbelikan dokumen kepemilikannya. Karena hal tersebut sudah terdata di kepolisian, dengan memblokir nomor kendaraan dan lainnya.

Akibat kejadian ini, imbuh Parjana, pihak perusahaan menderita kerugian sebesar Rp314.177.886. “Dari tiap BPKB yang dijaminkan dengan data fiktif, pelaku mendapat pencairan dana pinjaman berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp5 juta, tergantung tahun produksi masing-masing sepeda motor,” tandasnya.

Saat ini, para pelaku sudah ditahan di Polsek Bekasi Kota, dengan jeratan hukuman pasal berlapis, yakni penggelapan dalam jabatan dan penipuan.

“Para pelaku yang memiliki peran berbeda ini terancam hukuman lima tahun penjara,” tegasnya.

Lihat juga...