Polres Buka Posyan Laporan Kehilangan Barang Akibat Tsunami

Editor: Mahadeva

218

LAMPUNG – Mudahkan masyarakat terdampak tsunami yang kehilangan surat berharga atau barang, Polres Lampung Selatan (Lamsel) membuka Posko Pelayanan (Posyan), pembuatan surat kehilangan barang atay surat.

Inspektur Dua (Ipda) Yuriswan, Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lampung Selatan, mendampingi Kapolres Lamsel, AKBP Muhamad Syarhan, menyebut, posko layanan dibuka di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lamsel. Posyan, dibuka dengan sistem jemput bola. Untuk memudahkan, agar masyarakat tidak harus pergi ke Polsek atau Polres.

Sebelum posyan dibuka, petugas telah melakukan sosialisasi program tersebut dengan menggunakan mobil penyuluhan Pembinaan Masyarakat (Binmas). Mobil penyuluhan berkeliling ke perkampungan dan sejumlah posko pengungsian. Masyarakat yang kehilangan surat berharga, bisa mendatangi Posyan tanpa dikenakan biaya. “Sistem jemput bola mendirikan pos pelayanan SPKT, kami lakukan agar masyarakat lebih mudah dalam mengurus pelaporan surat surat berharga yang hilang saat tsunami terjadi,” terang Ipda Yuriswan, kepada Cendana News, Selasa (8/1/2019).

Ipda Yuriswan menyebut, antusiasme masyarakat memanfaatkan fasilitas posyan sangat tinggi. Usai mobil penyuluhan berkeliling, masyarakat langsung berdatangan ke posyan. Masyarakat yang berasal dari Desa Way Muli datang membawa identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagai tanda pengenal. Meski demikian sejumlah warga yang kehilangan identitas juga tetap dilayani saat melapor.

Nurjaman,salah satu pemohon surat kehilangan barang atau surat di posko pelayanan Polres Lamsel yang dibuka di desa Way Muli Timur Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Posko terpadu juga melayani pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Pada pelayanan surat laporan kehilangan, tahap pertama pelayanan difokuskan untuk Desa Way Muli Timur. Beberapa surat kehilangan yang bisa dibuat diantaranya surat nikah, STNK, sertifikat tanah, akte kelahiran, serta surat berharga lain.

Program jemput bola selanjutnya, akan dilakukan di desa-desa terdampak lain, seperti Desa Kunjir, Sukaraja dan Desa Tejang yang berada di Pulau Sebesi. “Pada tahap pertama Polres Lamsel melayani masyarakat di Desa Way Muli, selanjutnya fleksibel, mengikuti permintaan masyarakat,” terang Ipda Yuriswan.

Surat kehilangan, dibutuhkan untuk mengurus surat pengganti terhadap surat berharga yang hilang. Bagi warga yang sudah membuat surat laporan kehilangan, diharapkan dapat membantu mensosialisasikan program tersebut ke warga lain.

Nurjaman, salah satu warga Desa Way Muli, merasa terbantu keberadaan Posyan SPKT di desanya. Pada kondisi normal, pembuatan surat kehilangan harus dilakukan di Polsek Kalianda atau langsung ke Polres Lamsel. Kini di posyan, Dia sudah membuat surat tanda laporan kehilangan barang dan surat, bernomor: STLK/3/I/2019/RES LAMSEL/SPKT. Kehilangan yang dialami, satu lembar KTP elektronik, satu lembar SIM C. Dua surat berharga tersebut hilang saat tsunami terjadi pada Sabtu (22/12/2018).

Warga Desa Way Muli lain, Rohim, menyebut, Dia terbantu keberadaan posyan Polres Lamsel tersebut. Sejumlah warga yang akan melakukan proses mencari kerja, dan membutuhkan SKCK, dipermudah dengan kehadiran posyan di Desa Way Muli. Rohim, yang kehilangan surat Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) menyebut, pelayanan dilakukan hanya dalam waktu beberapa menit.

Baca Juga
Lihat juga...