Polres Pontianak, Buru Pemain Layang-layang yang Tewaskan Pengendara Motor

232
Ilustrasi - Istimewa

PONTIANAK – Polres Pontianak memburu pemain layang-layang menewaskan pengendara motor. Sudah dua kali tali layang-layang di Pontianak menewaskan pengguna jalan, karena tersengat aliran listrik .

Kejadian terbaru, Jumat (25/1/2019) lalu, seorang pengendara tewas kesetrum aliran listrik, dan tiga pengendara lainnya mengalami luka-luka. Polresta Pontianak, Kalimantan Barat, memburu pemain layang-layang yang menggunakan tali kawat dan gelasan (tali tajam) tersebut. “Saya sudah perintahkan Kapolsek Pontianak Timur untuk menyelidiki dan mengusut tuntas kasus tali kawat layang-layang hingga menyebabkan korban meninggal,” kata Kapolresta Pontianak, Kombes Muhammad Anwar Nasir, di Pontianak, Sabtu (26/1/2019).

Anwar tegas menyebut, kasus itu harus diusut tuntas. Pemain layang-layang yang berbahaya tersebut diproses hukum. “Karena dalam dua bulan saya menjabat Kapolresta Pontianak, sudah dua kasus warga yang meninggal karena kesetrum tali kawat layang-layang, satunya 21 Januari 2019 lalu di wilayah hukum Polsek Sungai Raya,” tambahnya.

Kapolsek Pontianak Timur dan Sungai Raya diperintahkan melakukan penyelidikan dan memburu pemain layang-layang yang telah menyebabkan korban meninggal. “Selain itu, kami bersama Pemkot Pontianak juga melakukan pencegahannya untuk juga menindak pembuat layang-layang tersebut yang sebelumnya baru dilakukan pada pemainnya,” katanya lagi.

Direncanakannya, pemain dan pembuat layang-layang tidak hanya diancam tipiring (tindak pidana ringan). Tetapi lebih kepada memberikan efek jera, yakni ancaman tindak pidana, karena dampaknya sangat besar hingga menyebabkan orang meninggal dunia.

Sebelumnya, korban atas nama Agustami (38) tewas di tempat, setelah berusaha menyelamatkan tiga korban lainnya, yakni Eli (17), Putri (14), dan Fitriani (15), para pelajar salah satu SMP di Pontianak yang tersetrum tali kawat layang-layang yang putus, Jumat (25/1/2019).

Kejadian tersebut sekira pukul 17.30 WIB, di Jalan Tanjung Harapan, Gang Potlot, Kecamatan Pontianak Timur. Satu dari empat korban tali layang-layang kawat itu tewas di tempat, setelah berusaha menolong ketiga pelajar yang berboncengan kendaraan roda dua terjerat tali kawat layang-layang yang putus.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan, Pemkot Pontianak siap bekerja sama dengan Polresta Pontianak, untuk menertibkan pemain dan pembuat layang-layang di Pontianak. “Kami juga akan merevisi Perda tentang Larangan Bermain Layang-layang yang sebelumnya hanya memberikan sanksi tipiring bagi pemain, tetapi nantinya pembuat layang-layang juga bisa disanksi hukum,” tandasnya.

Edi mengimbau, masyarakat Kota Pontianak agar tidak lagi bermain layang-layang. Kegiatan tersebut, berdampak besar dan membahayakan keselamatan pemain maupun orang lain. (Ant)

Lihat juga...