Ponpes Salafi Assogiri, Berdayakan Warga Putus Sekolah

Editor: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pondok Pesantren (Ponpes) Salafi Assogiri, di Jalan K.H Mas Mansyur, RT/RW.10/02. Gang H. Misar, Kampung Mede, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), terus berkonsentrasi membentuk karakter anak dengan mengajarkan akhlakul karimah.

Keberadaan Pesantren Assogiri terbilang baru, tetapi jumlah santri sudah mencapai 150 orang, untuk mengaji dan belajar kitab kuning. Kehadirannya khusus untuk belajar agama Islam, tidak ada sekolah formal.

“Pondok pesantren Salafi Assogiri ini, juga fokus memberdayakan orang putus sekolah. Anak yang terlantar karena putus sekolah. Tak ketinggalan juga yatim piatu. Yang penting di sini punya keinginan untuk mengaji,” jelas Heru Paryitna penasehat juga sebagai Sekretaris Pembangunan Pondok Pesantren Salafi Assogiri, kepada Cendana News, Kamis (3/1/2019).

Heru Paryitna penasehat juga sebagai Sekretaris Pembangunan Pondok Pesantren Salafi Assogiri – Foto Muhammad Amin

Dikatakan, dari jumlah santri mencapai 150 orang, hanya lima belas anak yang mondok. Lainnya pulang pergi untuk mengaji. Bagi mereka yang mau mengaji dan mondok akan digratiskan dari makan sampai uang jajan ditanggung pihak pesantren.

Pesantren Salafi Assogiri, dibangun melalui dana pribadi Kiai Ahmad Masadi, pada akhir 2016. Sebelumnya, pondok tersebut adalah lembaga majelis taklim. Tetapi sudah ada santri yang dikontrakkan oleh kiai.

“Akhir tahun 2016, ada warga yang mewakaf tanah untuk dibangun pesantren seluas 209 meter persegi. Pembangunan awal hanya modal Rp30 juta uang pribadi kiyi, untuk bangun asrama,” ujar Heru.

Selanjutnya, pengembangan dilakukan secara swadaya dari masyarakat dan bantuan lain. Tetapi banyak juga uang pribadi kiai. Tahun lalu juga ada bantuan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi sebesar Rp85 juta ditambah sumbangan dari Baznas Rp10 juta.

Setiap bulan, Pondok Pesantren Assogiri menggelar pengajian rutin. “Kami ingn menanamkan setiap santri bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, setiap satu minggu sekali, santri juga  dilatih untuk bisa ceramah, jadi MC, jadi qori dan pelatihan lainnya. Melalui pelatihan tersebut  menggali potensi santri supaya dapat berguna di tengah masyarakat.

“Selagi dia mau mengaji akan diterima sebagai santri. Dari makan sampai jajan ditanggung di pondok pesantren Assogiri. Kalau jumlah tidak dibatasi, berapa pun akan ditampung,” pungkas Heru.

Pantauan Cendana News, saat ini Pondok Pesantren Salafi Assogiri, masih terus berbenah dengan melakukan pembangunan asrama. Saat ini di lokasi sudah ada musala dan asrama di lantai dua dengan tiga kamar yang cukup besar.

Lihat juga...