Pramuka Jakarta Mengacu Kehidupan Megapolitan

Editor: Koko Triarko

271
Ketua Kwartir Daerah Pramuka Jakarta, Fadjar Panjaitan, yang terpilih dengan masa bakti 2019-20124, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019). -Foto: Lina Fitria

JAKARTA – Ketua Kwartir Daerah Pramuka Jakarta, Fadjar Panjaitan, mengatakan, kegiatan pendidikan Pramuka di perkotaan perlu lebih diprioritaskan, melalui pengembangan berbagai kegiatan yang mengacu kepada kehidupan megapolitan.

Menurutnya, anggota Pramuka Jakarta adalah warga yang telah terbiasa hidup dalam suasana megapolitan. Pengalaman sebagai Pramuka yang hidup di daerah megapolitan, sekiranya perlu ditopang dengan proses pembelajaran yang lebih mengacu kepada kebutuhan anak muda megapolitan.

“Saya akan mengembangkan urban scouting melalui model gugus depan (gudep) perkotaan berbasis megapolitan,” kata Fadjar, melalui pesan singkat, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019).

Fadjar menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari visi baru yang dicanangkan, yaitu Gerakan Pramuka DKI Jakarta Maju, Transparan, Modern dan Berkelanjutan.

“Visi ini akan memperkuat visi nasional. yakni Gerakan Pramuka Wadah Utama Pembentukan Kader Peminpin Bangsa,” imbuhnya.

Kwartir Daerah DKI Jakarta, kata Fadjar, harus menjadi contoh dalam memajukan pendidikan Pramuka, sejalan dengan aspirasi dan kebutuhan mereka untuk menjadi kader pemimpin bangsa.

Selain itu, juga harus mampu menawarkan program pendidikan Pramuka yang berorientasi pada masa depan yang kecepatan perubahannya sangat cepat.

Dia yakin, kwartir di seluruh tingkatan di DKI Jakarta mampu melakukan perubahan pendidikan Pramuka menjadi lebih mendidik, menarik dan menantang bagi anak muda Jakarta.

“Dengan modal itu, saya memahami berbagai persoalan, baik di kwartir ranting, cabang dan daerah. Saya berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama yang harmonis antara kwartir daerah sebagai pembuat kebijakan, dan penyelenggara dengan kwartir cabang sebagai pelaksana kebijakan,” ucap Fadjar.

Dia mengaku memahami persoalan pendanaan kegiatan. Dia pun  berkomitmen untuk membangun jaringan dengan berbagai pemangku kepentingan, untuk berperan aktif sebagai penyedia dana, baik melalui program kerja sama maupun sebagai sponsor program.

“Saya berkomitmen untuk menyelenggarakan organisasi yang berdaulat, manajemen yang modern, keuangan yang mandiri  dengan personal yang mumpuni secara musyawarah, transparan dan berkeadilan,” paparnya.

Untuk program peserta didik, Fadjar akan meningkatkan kuantitas mereka yang memiliki kualifikasi Pramuka Garuda. Dia juga mengajak seluruh kwartir di DKI berlomba-lomba dan memberikan fokus yang lebih besar, untuk menjadikan anggota Pramuka menjadi ribuan Pramuka Garuda.

“Kwartir Daerah DKI Jakarta perlu meningkatkan kapasitas dan kompetensi organisasi, personal dan alat kelengkapan pembinaan secara terus-menerus, dan berlanjut agar semakin mampu menawarkan program pendidikan kepramukaan yang diminati dan dicari oleh anak muda,” jelasnya.

Lanjut Fadjar, Kwartir Daerah DKI Jakarta harus menjadi organisasi yang maju dan modern, dengan melakukan penataan dan perkuatan kelembagaan di segala bidang dan di semua tingkatan.

Dia menjelaskan, kapasitas penyelenggaraan administrasi, program, manajemen keuangan, perbekalan dan peralatan perlu semakin ditingkatkan. Apalagi yang berkaitan dengan informasi. Berbagai media sosial dan media mainstream perlu dioptimalkan, sehingga perkembangan kemajuan Gerakan Pramuka dapat lebih dipahami oleh masyarakat luas.

Berbagai kegiatan ini perlu didukung oleh data yang komprehensif tentang segala hal yang berkaitan dengan anggota Pramuka, baik anggota muda maupun anggota dewasa, dan yang terhimpun dalam satu database yang dinamis dan dapat di-update secara periodik.

“Penyelenggaraan pendataan lengkap Pramuka kiranya dapat dimintakan dukungan Dinas Olah Raga Provinsi DKI Jakarta dan Unit Pengelola Data Provinsi DKI Jakarta,” tuturnya.

Fadjar menjelaskan, Kwarda DKI Jakarta, perlu meningkatkan kapasitas dan kompetensinya dalam berbagai keterampilan, sehingga perannya dapat berguna bagi sesama.

Dengan berbagai keterampilan dan pemahaman terhadap masalah sosial (narkotika, HIV/AIDS), dan lingkungan, maka anggota Pramuka Jakarta dapat lebih melibatkan pada upaya penanganan bencana, masalah sosial dan lingkungan hidup.

Kompetensi itu dapat diperoleh secara teratur, dengan melakukan berbagai latihan, baik dengan dukungan instruktur dan atau pelatih dari Dinas Pemadam Kebakaran, TNI/POLRI, Puskesmas/PMI dan lain sebagainya.

Selain itu, pihaknya mendorong agar seluruh kwartir di segala tingkatan dan gugus depan (gudep),. untuk memperkuat anggota Pramuka memiliki kualifikasi yang memadai.

Satuan-satuan penanganan bencana yang di DKI Jakarta lebih dikenal dengan nama Satuan Brigade Penolong, perlu dibentuk di seluruh jajaran kwartir dan gudep. Sehingga satuan tanggap bencana ini dapat dengan mudah dimobilasi untuk bersama-sama ikut menangani bencana dan masalah sosial secepat mungkin.

Pengamalan Dasa Darma Pramuka, kecuali melalui Satuan BP Pramuka DKI Jakarta, juga dapat dilakukan melalui Pramuka Peduli yang terorganisasi secara baik, sehingga memiliki kekuatan yang luar biasa. Gerakan ini perlu dikembangkan sedemikian rupa, sehingga mampu memberikan kontribusi yang maksimal.

Fadjar menjelaskan, sering menyaksikan bahwa Pramuka peduli masih dilakukan secara sporadis. “Saya mengajak seluruh jajaran kwartir untuk mengisi Pramuka Peduli dengan aktivitas nyata, melalui peningkatan partisipasi aktif dalam mengumpulkan dana sepanjang tahun, yang dikelola secara transparan,” jelasnya.

Fadjar Panjaitan terpilih sebagai Ketua Kwartir Daerah Pramuka Jakarta untuk masa bakti 2019-2024. Dia mengalahkan Sylviana Murni, ketua Kwarda petahana, dalam Musyawarah Daerah Pramuka DKI, kemarin.

Sebelumnya, Fadjar pernah menjabat sebagai Wali Kota Administrasi Jakarta Barat periode 2004–2008. Selain itu, dia pernah menjadi Pelaksana Tugas Harian Gubernur DKI Jakarta dari 8 Oktober 2012 hingga 15 Oktober 2012, kemudian pria kelahiran Jakarta, 26 Agustus 1955 menjadi Camat Kalideres, Jakarta Barat dan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dan, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI.

Baca Juga
Lihat juga...