Program “Brem Segar” Diharapkan Tekan Kecelakaan di Madiun

195
Ilustrasi

MADIUN — Menekan kasus kecelakaan lalu lintas, terlebih yang melibatkan anak usia sekolah, Kepolisian Resor (Polres) Madiun bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur menerapkan program “Brem Segar” (Bersepeda Semakin Sehat dan Bugar).

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, Brem Segar merupakan program untuk mengajak masyarakat, terutama pelajar yang belum memiliki SIM, agar menggunakan sepeda sebagai alat transportasi ke sekolah.

“Seusia mereka (MtsN) sudah banyak yang bisa naik motor, meski belum punya SIM. Ditambah lagi tidak pakai helm, dan kebut-kebutan. Kondisi tersebut yang harus diubah. Bahwa kita sampaikan, mereka adalah generasi milenial minimal harus sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas,” ujar AKBP Ruruh kepada wartawan.

Ia menjelaskan, 25 tahun yang lalu, dirinya pernah menjadi ketua OSIS pada waktu duduk di bangku SMA. Saat masih menjadi pelajar, ia selalu mentaati peraturan dan tata tertib di sekolah.

“Setiap pelajar harus memiliki cita-cita setinggi langit, oleh karena itu, belajar yang baik dan ikuti aturan sekolah,” katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi sekolah yang melarang murid yang masih di bawah umur untuk berkendara motor sendiri. Diharapkan, program “Brem Segar” ini dapat diterapkan dengan baik.

“Ke depan Polres dan pemerintah daerah akan menggelar festival keselamatan di jalan untuk generasi milenial, fungsinya agar masyarakat mengerti tentang pentingnya keselamatan berkendara dan generasi milenial ini merupakan pelopornya,” katanya.

Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro juga memiliki harapan yang sama. Dia ingin agar para anak didik di Kabupaten Madiun memiliki rasa disiplin dan menaati peraturan baik di manapun berada termasuk di sekolah.

“Untuk pengendara kendaraan bermotor usia minimal harus 17 tahun, dan selalu mentaati tata-tertib yang ada. Selain itu, harus mengikuti uji SIM untuk memiliki SIM,” kata Bupati. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...