Program Klaster Pisang Desa Wlahar Wetan Mulai Menunjukkan Hasil

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BANYUMAS — Program klaster pisang binaan dari Bank Indonesia (BI) Purwokerto yang menyasar Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas sudah mulai menunjukkan hasil . Saat ini tanaman di lahan satu hektare sudah berhasil produksi lebih kuran 50 tundun.

Klaster Pisang
Kepala BI Purwokerto Agus Chusaini. Foto: Hermiana E Effendi

Kepala Desa (Kades) Wlahar Wetan, Dodiet Prasetya mengatakan, pada satu hektare lahan tersebut terdapat sebanyak 300 pohon. Jenis yang ditanam yaitu cavendish atau yang lebih dikenal dengan sebutan pisang ambon putih dan kirana atau pisang emas.

ʺSudah panen sekali dan hasil panen pertama tersebut masih belum maksimal, baru sekitar 50 tundun. Hasil panennya juga hanya dijual di sekitar sini saja, harga satu tundun Rp50 ribuan,ʺ kata Dodiet, Senin (14/1/2019).

Disebutkan, untuk ke depannya, pada lahan baru yang diprediksi sebesar 10 hektare akan ditanam pisang kepok yang bisa dibuat keripik. Sebab, produk turunan, seperti keripik, sale, roti dan lainnya mempunyai nilai ekonomis yang lebih besar.

“Pihak BI Purwokerto juga melakukan pendampingan dalam pengolahan hasil turunan pisang,” sebutnya.

Sementara itu, untuk lahan baru, akan dibuka pada beberapa titik. Tanah yang sudah diolah saat ini merupakan milik warga yang sudah berangkat menjadi transmigran di Lampung.

ʺKalau orang sini menyebut tanah Lampung, yang punya tanah berangkat transmigrasi ke Lampung dengan dibiayai desa, sehingga tanah miliknya ini kemudian dikelola desa. Kalau yang 10 hektare nanti spot-spotnya terpisah, melihat kondisi tanah yang ada. Lahan pisang tersebut akan digarap oleh para petani dan pengelolaannya ditangani desa, jadi nantinya ada bagi hasil, ʺ jelasnya.

Klaster pisang ini juga dipersiapkan untuk menjadi kawasan wisata pendidikan, termasuk beberapa sentra lainnya, seperti kawasan ternak. Siswa PAUD dan TK sudah mulai ada yang berkunjung untuk belajar pertanian di Desa Wlahar Wetan.

Kepala BI Purwokerto, Agus Chusaini menjelaskan, program kluster pisang merupakan pengembangan komoditas pisang dari hulu sampai ke hilir, yaitu dari budidaya sampai pada tahap pengolahan pasca panen.

Untuk pengembangan, sejauh ini baru dilaksanakan di Desa Wlahar Wetan. Dipilihnya desa tersebut karena secara geografis banyak kawasan perbukitan, sehingga dinilai cocok.

ʺDalam pendampingan di Desa Wlahar Wetan, BI memberikan bantuan berupa bibit, kemudian sarana produksi dan peralatan pengolahan pasca panen.Kita juga memberikan pelatihan, penanganan hama, pengolahan dan pengemasan hasil olahan, hingga pendampingan pemasaran produk melalui e-commerce,ʺ terang Agus.

Lihat juga...