Program Lantainisasi Sasar 90 Rumah Warga Miskin

Editor: Koko Triarko

245

YOGYAKARTA – Setelah menggulirkan program bedah rumah sejak Maret 2018, Yayasan Damandiri melalui program Desa Mandiri Lestari, pada tahun 2019 ini akan kembali meneruskan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa terpencil Krambilsawit, Saptosari, Gunung Kidul.

Yakni dengan menggulirkan program baru berupa lantainisasi rumah milik warga miskin yang masih beralas tanah maupun semen. Tak tanggung-tanggung, target jumlah lantainisasi yang akan digulirkan Yayasan Damandiri melalui program Desa Mandiri Lestari ini mencapai 90 unit rumah.

Hal itu disampaikan Manajer Umum KUD SHS Mandiri Krambilsawit, selaku pengelola Desa Mandiri Lestari Krambilsawit, Muhammad Lukman Hakim.

Lukman mengatakan, program lantainisasi ini merupakan kelanjutan dari program bedah rumah sejak Desa Krambilsawit dicanangkan sebagai Desa Mandiri Lestari binaan Yayasan Damandiri pada 2018.

“Di desa Krambilsawit ini banyak sekali rumah warga miskin yang lantainya masih berupa tanah atau semen. Karenanya, Yayasan Damandiri melalui program Desa Mandiri Lestari bertekad membantu memperbaiki hal itu. Mulai tahun ini, kita akan gulirkan program lantainisasi,” katanya.

Pengalihan program bedah rumah pada 2018 menjadi program lantainisasi pada tahun 2019 ini, kata Lukman, lebih sebagai upaya pemerataan. Sehingga diharapkan jumlah penerima manfaat program peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa Krambilsawit pun akan semakin meningkat atau meluas.

“Penerimaan bantuan lantainisasi ini kita prioritaskan pada warga miskin yang masih masuk dalam kelompok keluarga prasejahtera. Tentu yang kondisi rumahnya masih beralas tanah atau semen,” ujarnya.

Target penerima bantuan program lantainisasi di Desa Mandiri Lestari Krambilsawit ini, diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah yang tersebar di 9 dusun yang ada.

Baca Juga
Lihat juga...