Ratusan Personel Tagana Dikerahkan Tangani Banjir di Sulsel

520
Ilustrasi - Dok CDN

MAKASSAR – Kementerian Sosial menurunkan 450 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), untuk menangani bencana alam, berupa banjir dan tanah longsor, di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Tim sudah bergerak. Ada 450 personel Tagana ke lokasi, yakni dari Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, dan Barru. Mereka membantu proses evakuasi warga yang terjebak banjir. Juga kami kerahkan dua perahu karet di Gowa dan satu di Makassar,” kata Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, melalui siaran pers yang diterima di Makassar, Rabu (23/1/2019).

Kemensos juga mengirimkan bantuan berupa logistik serta mendirikan dapur umum bagi pengungsi bencana di beberapa daerah itu.

Ia menyebut, pengerahan personel dan bantuan tersebut sebagai respons cepat pemerintah terhadap bencana alam di beberapa daerah di Sulsel.

Sejumlah daerah di Sulsel yang menghadapi banjir dan tanah longsor, antara lain Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopeng, dan Kota Makassar.

Sekitar 450 personel Tagana disebar ke beberapa titik, yakni 100 orang dari Gowa, 200 orang dari Makassar, 50 orang dari Maros, 50 orang dari Pangkep, dan 50 orang dari Barru.

“Kondisi terparah ada di Gowa dan Makassar, akibat curah hujan yang tinggi selama dua hari berturut-turut, dan Sungai Jeneberang merupakan sungai terpanjang di Sulsel itu juga meluap,” katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Provinsi Sulsel, hingga Rabu, pukul 09.00 Wita tercatat 2.121 jiwa di Kabupaten Gowa mengungsi dan lebih dari 1.000 jiwa di Makassar mengungsi.

Titik pengungsian di Kabupaten Gowa di Masjid Baiatul Jihad Tompobalang 70 jiwa, Kelurahan Samata 200 jiwa, Masjid Mangngalli 200 jiwa, Puskesmas Pallangga 21 jiwa, Kantor Camat Pallangga 56 jiwa, BTN Pallangga Mas 33 jiwa, dan Puskesmas Kampili enam jiwa.

Selain itu, di Masjid Nurul Iman Yabani Bonto Ramba Somba Opu 94 jiwa, Pasar Sungguminasa 600 jiwa, Gardu Induk PLN Sungguminasa 40 jiwa, Pandang-Pandang 120 jiwa, Bukit Tamarunang 160 jiwa, dan Kompleks RPH Tamarunang 521 jiwa.

“Saat ini, sudah ada dua titik dapur umum di Kota Makassar masing-masing di Paccerakkang dan Perumahan Bumi Tamalanrea Permai. Sementara satu dapur umum di Gowa ada di Pasar Sentral Sungguminasa,” kata dia.

Kementerian Sosial telah mengirimkan bantuan bencana alam tahap pertama ke Dinas Sosial Provinsi Sulsel, terdiri atas makanan dan lauk pauk 1.400 paket, 15 ribu bungkus mi instan, satu tenda serbaguna keluarga, 300 tenda gulung, 50 velbed, 100 lembar kasur.

Kemensos juga mengirimkan 600 paket peralatan keluarga, 250 paket peralatan dapur keluarga, 200 selimut, dan 100 paket sandang. Total bantuan tahap pertama Rp874.517.200 juta.

“Kami akan terus memantau perkembangan upaya perlindungan korban bencana banjir Sulsel, dan sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, bahwa prioritas penanganan Kemensos adalah pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak,” katanya. (Ant)

Lihat juga...