Razia Pedagang Pasar, Ribuan Anak Ikan Disita

BANJARMASIN — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bersama dengan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan penyitaan terhadap ribuan anak ikan yang akan dijual oleh pedagang di Pasar Keramat Barabai.

“Dari laporan warga, akhirnya kami menindaklanjuti dengan melakukan razia kepada para pedagang yang menjual anak ikan tersebut dan berhasil menyita sebanyak 33 baskom besar yang berisi ribuan anak ikan mulai dari jenis gabus, sepat dan betok,” kata Plt Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan HST Sunar Wiwarni di Barabai, Jumat (4/1/2019).

Dikatakannya, dalam kegiatan itu pihaknya tidak melakukan penindakan kepada para penjual yang juga sempat melakukan protes dan hanya mengamankan anakan ikannya saja.

“Kegiatan kami ini dalam rangka penegakan Perda Nomor 16 Tahun 2011 tentang Perlindungan Sumber Daya Ikan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya para penjual itu mengetahui kalau dilarang menjual anak ikan dan secara aturan memang bisa dilakukan penindakan, namun saat ini masih diberikan toleransi dengan peringatan, jika masih mengulangi bisa dikenakan hukuman penjara.

“Kali ini kami toleransi saja dulu dengan memberikan peringatan, apabila masih mengulangi akan kami tindak tegas sesuai aturan,” katanya.

Ia mengatakan, sebelumnya peraturan itu sudah disosialisasikan dan dilakukan penyuluhan ke desa-desa hingga pasar untuk tidak melakukan penangkapan anak ikan, karena bisa menurunkan produksi ikan besar yang lama-kelamaan bisa menjadi langka atau sulit untuk dicari.

Menurut Wiwarni, anak ikan yang disita itu akan dilepaskan ke sungai dan dikembalikan ke habitatnya agar tumbuh dan berkembang menjadi besar, jika sudah besar-besar silahkan masyarakat menangkapnya dengan cara-cara yang benar bukan disetrum atau diputas.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Ketahanan HST Adriani menambahkan, Pemkab HST sebelumnya sudah memberikan penyuluhan dan solusi agar masyarakat melakukan budidaya ikan yang jauh memiliki nilai ekonomis dan kepada pembudidaya juga dilakukan pendampingan agar sukses mengelola kolam-kolam ikannya.

“Sudah ada beberapa desa di HST yang masyarakatnya berhasil mengelola pembudidayaan ikan seperti di Desa Samhurang, Binjai Pirua, Mahang Baru dan Walatung,” katanya.

Pemerintah juga senantiasa mendukung program-program perikanan di antaranya bekerja sama dengan pihak BUMN untuk bantuan penyuluhan, pembibitan, pakan hingga kolam-kolam tempat budidaya.

“Kita berharap masyarakat dapat sadar dan peduli terhadap kelangsungan ikan-ikan air tawar khususnya di HST, agar tidak melakukan penangkapan anak ikan dan tidak melakukan penyetruman serta menggunakan zat kimia putas yang dampaknya bisa mematikan seluruh jenis-jenis ikan sampai ke telornya,” kata Adriani. (Ant)

Lihat juga...