Realisasi Target Produksi Cabai Kulon Progo Capai 225,82 Persen

Petani cabai, ilustrasi -Dok: CDN

KULON PROGO — Meningkatnya luas tanam mendokrak realisasi produksi cabai di Kabupaten Kulon Progo. Tercatat untuk capaian 2018 yakni 25.362 ton atau 225,82 persen dari target 11.231 ton.

“Produksi cabai pada 2018 di luar prediksi kami. Saat itu ada beberapa kelompok tani lahan pantai mengajukan permohonan bantuan traktor roda empat. Kementan memberikan bantuan delapan unit, hasilnya langsung dapat dilihat, yakni produksi cabai naik 225,82 persen,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Bambang di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/1/2019).

Dikatakan, dengan adanya bantuan tersebut, petani mampu mengolah lahan marginal menjadi lahan yang produktif untuk ditanami cabai.

Ia mengatakan produksi cabai pada 2017 hanya mencapai 18.040 ton dari target 11.160 ton. Produksi cabai setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan.

“Kami akan mengidentifikasi kembali lahan marginal yang bisa dimanfaatkan untuk ditanami cabai, seperti di Kecamatan Panjatan. Kami optimistis produksi cabai di Kulon Progo akan meningkat seiring modernisasi alat mesin pertanian hingga pemilihan benih yang cocok,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Eko Purwanto mengatakan produksi cabai di Kulon Progo mampu memenuhi permintaan pasar lokal.

“Sebanyak 80 persen untuk memenuhi permintaan pasar di Jakarta, selebihnya untuk DIY maupun kota-kota lain di Indonesia, seperti di Jawa Barat hingga Tanjung Pinang,” katanya.

Eko mengatakan produksi cabai Kulon Progo merupakan jumlah terbesar dari semua jenis hortikultura yang ada. Produksinya melebihi target 11.231 ton pada 2018 ini.

Capaian ini, kata dia, karena didukung luas tanam yang besar, bahkan lebih dari luasan tanam cabai di masing-masing kabupaten yang ada di DIY. “Luas tanam cabai Kulonprogo mencapai 2.240 hektare,” ucapnya. [Ant]

Lihat juga...