Relawan dan TNI Bantu Warga Bersihkan Lingkungan Terdampak Tsunami

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

210

LAMPUNG — Sejumlah relawan masih membantu masyarakat di wilayah pesisir desa Kunjir, desa Way Muli Kecamatan Rajabasa. Mereka ditempatkan pada sejumlah titik lokasi untuk memperbaiki bangunan dan lingkungan yang terimbas tsunami.

Relawan Ukhuwah Al Fatah Rescue asal Natar Lampung Selatan, Muhtarim menyebutkan, pihaknya yang terdiri dari 65  orang masih bertahan membantu masyarakat pada masa tanggap darurat tahap kedua. Relawan membantu membersihkan puing puing rumah warga yang terimbas tsunami.

“Memasuki pekan kedua relawan masih berada di lokasi terdampak bencana dengan melakukan pembersihan fasilitas umum seperti masjid, sekolah, drainase serta jalan yang masih dipenuhi sampah,” terang Muhtarim saat ditemui Cendana News, Senin (7/1/2019).

Muhtarim menyebut belum bisa memastikan kapan seluruh relawan akan ditarik dari wilayah Lampung Selatan.

Selain membantu pembersihan sejumlah fasilitas umum,  relawan ikut membantu memperbaiki kerusakan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan. Sejumlah relawan juga ditempatkan di wilayah desa Batu Balak kecamatan Rajabasa membantu warga yang melakukan pembersihan wilayah pantai terdampak tsunami.

Muhtarim menyebutkan, selain laki laki, relawan Ukhuwah Al Fatah juga mengerahkan relawan wanita untuk membantu kegiatan pemulihan trauma anak-anak melalui program trauma healing.

Kegiatan trauma healing bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI tersebut dilakukan di posko pengungsian lapangan tenis indoor Kalianda.

Tsunami
Kapten Infanteri Widodo Wakil Dandim 0410 Bandarlampung. Foto: Henk Widi

Selain relawan dari Ukhuwah Al Fatah Rescue, pada masa tanggap darurat kedua, sejumlah anggota TNI dari sejumlah Komando Distrik Militer (Kodim) dan Komando Rayon Militer (Koramil) di wilayah Komando Resimen Militer 043 Garuda Hitam terlihat membantu warga.

Wakil Komandan Kodim 0410 Bandarlampung, Kapten Infanteri Widodo, menyebut puluhan personil dari Kodim masih diterjunkan di desa Way Muli dan desa Kunjir.

“Personel kami masih ditugaskan selama hampir dua pekan untuk membantu pembersihan puing puing rumah warga yang rusak sekaligus membersihkan lingkungan termasuk memperbaiki kerusakan sekolah,” terang Kapten Inf Widodo.

Sejumlah personel Kodim 0410 Bandarlampung pada awal kegiatan belajar mengajar setelah libur sekolah ditempatkan di SDN 1 Kunjir, Kecamatan Rajabasa. Anggota ikut membantu membersihkan sampah di lingkungan sekolah yang mulai kembali beraktivitas.

Sejumlah personil bahkan disebutnya ikut membantu tukang bangunan melakukan proses perbaikan sejumlah kelas. Perbaikan dilakukan pada sejumlah jendela kaca yang pecah, pengecatan kusen serta tembok kelas yang rusak.

Dibandingkan dengan SDN 2 Kunjir yang juga berada di dekat pantai sekolah tersebut memiliki kerusakan lebih ringan. Selain membantu perbaikan sejumlah ruang kelas, personel dari Kodim 0410 Bandarlampung juga terlihat membantu membersihkan area pantai Kunjir.

Husni, salah satu warga di desa Kunjir menyebut meski ia kehilangan rumah dan harta bendanya, ia masih sempat menyelamatkan diri. Hingga pekan kedua paska tsunami ia dan keluarganya masih mengungsi di wilayah dataran tinggi di posko pengungsian balai desa Cugung.

Ia menyebut hanya kembali ke rumah pada siang hari untuk melihat kondisi rumahnya dan membersihkan puing puing dan kembali ke posko pengungsian saat malam hari. Sejumlah relawan dari berbagai organisasi dan TNI disebutnya sangat membantu dalam proses pemulihan pada masa tanggap darurat penanganan bencana tsunami tahap kedua tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...