Ribuan Bibit Arwana Selundupan Dikembalikan ke Papua

169
ikan arwana - Istimewa

PONTIANAK – Sebanyak, 4.500 bibit ikan arwana (scleropages jardini), yang gagal diselundupkan ke Sarawak, Malaysia, melalui Entikong, akan dikembalikan ke habitat aslinya di Papua. Ikan  yang diselundupkan tersebut nilainya miliaran rupiah.

Kepala Pusat Karantina Ikan Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Sanggau Kalimantan Barat (Kalbar), Riza Priyatna, menyebut, pengiriman ikan anakan senilai Rp2,25 miliar itu sudah dipantau sejak keberangkatan dari Papua, hingga tiba di Kalbar. “Dari Papua berjumlah 5.000 ekor, ketika sampai di Kalbar tinggal 4.500 ekor karena banyak yang mati dalam perjalanan,” ungkap Reza, Senin (14/1/2019).

Kasus penyelundupan ikan arwana itu terus dikembangkan kepemilikannya. Di Pontianak didapati seorang penerima, yang mengurus pengiriman ke Malaysia dengan inisial W. Begitu juga pengurus di Jakarta, identiasnya sudah dikantongi petugas. “Ikan arwana asal Papua ini tidak bisa dilepasliarkan di Kalbar karena bisa menjadi predator di habitat Kalbar, karena itu akan dikembalikan ke habitatnya,” jelasnya.

Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Perikanan Pontianak, Miharjo, mengatakan, pengungkapan tersebut, berawal dari kecurigaan petugas. Sejak November, Desember hingga Januari 2019, kerap terjadi pengiriman ikan hias jenis arwana asal Papua ke Kalbar. “Kalbar banyak ikan arwana, kenapa rutin masuk ikan asal luar, ini membuat kami curiga, dan terus melakukan pengawasan,” kata Miharjo.

Dari catatannya, kejadian ini sudah yang kesekian kalinya. Ikan arwana asal Papua, kerap diselundupkan ke luar negeri. Hal itu akan menimbulkan kerugian negara juga cukup besar, jika ikan arwana itu sampai lolos ke Sarawak. “Kami akan terus meningkatkan pengawasan baik di bandara, pelabuhan laut dan PLBN Entikong,” tegas Miharjo.

Kepala BKIPM Entikong, Giri Pratikno, menyampaikan, pihaknya terus meningkatkan kerja sama lintas instansi di Entikong, untuk mengawasi jalur darat perbatasan RI-Malaysia. Terungkapnya kasus tersebut, hasil kerja sama lintas instansi di perbatasan, dan menjadi angka penggagalan terbesar di awal tahun ini. Dijanjikan Giri, akan dilakukan pengembangan terhadap penyelundupan tersebut. Hal itu dikarenakan, praktik penyelundupan ikan arwana asal Papua tersebut, diduga sudah melibatkan jaringan teroganisir. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...