RS Beriman Balikpapan Jual Sampah Untuk Biayai Pasien tak Mampu

Editor: Koko Triarko

423
Direktur RSUD Beriman, Ratih Cokorda -Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman di Kota Balikpapan, menjadikan sampah nonmedis sebagai solusi pembiayaan kesehatan masyarakat. Caranya, rumah sakit menjual sampah kepada bank sampah untuk membiaya pasien tak mampu. Strategi ini ternyata cukup mampu mengurangi beban rumah sakit dalam menyediakan kebutuhan pasien tidak mampu.

Direktur RSUD Beriman, Ratih Cokorda, mengatakan upaya tersebut terpaksa dilakukan, karena rumah sakit dilarang menolak pasien. “Itu salah satu terobosan yang kami lakukan untuk membiayai pasien yang tidak memiliki atau menunggak iuran BPJS Kesehatan, atau pasien tak mampu lainnya,” kata Ratih Cokorda, Kamis (24/1/2019).

Pola pembiayaan pasien melalui penjualan sampah nonmedis ini telah berlangsung sekitar setahun terakhir.

“Ini bentuk CSR RSUD bagi warga yang tidak memiliki kartu atau iuran yang menunggak. Kita punya program CSR dari penjualan sampah dari rumah sakit sampah nonmedis,” ungkap Ratih.

Menurutnya, pihak rumah sakit telah bekerja sama dengan bank sampah, di mana sampah non medis yang dihasilkan rumah sakit kemudian dijual ke bank sampah. Uangnya dipakai untuk membayar BPJS pasien yang menunggak. Atau kasus lainnya.

“Kami kerja sama dengan induk bank sampah, kemudian dana tersebut untuk membiayai, khususnya mereka yang menunggak,” ujarnya, Kamis, (24/1/2019).

Ratih menjelaskan, pembiayaan melalui program CSR bank sampah tersebut ,sebagai upaya RSUD mendukung langkah pemerintah mengurangi volume sampah. Bukan hanya itu, Ratih juga menyebutkan pihak RSUD juga bekerja sama dengan Baznas Kota dan Dompet Duafa Kaltim, dalam menangani warga kurang mampu dalam hal pembiayaan iuran BPJS kesehatan.

“Pasien yang mendapat bantuan biaya, biasanya sudah diverifikasi dan mendapat rekomendasi dari kelurahan,” jelasnya.

Lihat juga...