Rumah Penduduk di Pantai Desa Kunjir Diratakan Dengan Tanah

Editor: Mahadeva

297

LAMPUNG – Rumah penduduk di Desa Kunjir yang berada di sepanjang pantai saat ini diratakan dengan tanah. Rumah-rumah tersebut rusak karena terjangan tsunami Selat Sunda Sabtu (22/12/2018) silam.

Kepala Dusun IV, Desa Kunjir, Syamsul, menunggu proses pembuatan hunian sementara, warga yang rumahnya rusak tinggal di rumah kerabat.”Huntara akan dibuat di sekitaran area SMAN 1 rajabasa, Lampung Selatan,” ungkapnya, Senin (14/1/2019).

Huntara bagi warga Desa Kunjir, berjumlah 80 unit. Ukuran setiap huntara 4×6 meter. Saat ini, situasi di Desa Kunjir mulai bergeliat, masyarakat mulai berupaya menata lagi kehidupannya. Warga yang sudah kembali dari pengungsian terlihat bergotong royong membenahi rumah yang masih bisa ditinggali. Sebagian warga, masih menempati posko pengungsian SMAN 1 Rajabasa, yang akan menjadi lokasi pembuatan Huntara.

Alrizon, pelaksana tugas kepala desa Kunjir – Foto Henk Widi

Kepala Desa Kunjir, Alrizon, menyebut, rumah rusak berat di desanya ada 137 rumah. Enam rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan. “Sebagian warga masih mengungsi dan tinggal di tenda karena rumah sudah tidak bisa ditempati, warga mulai beraktivitas membenahi tempat tinggal termasuk masjid untuk ibadah,” ungkapnya.

Salah satu yang terdampak tsunami adalah masjid Nurul Iman, yang berada di samping Kantor Kepala Desa Kunjir. Masjid berukuran 6×6 meter dan hanya berjarak belasan meter dari pantai, terlihat masih kokoh berdiri. “Sound system sudah normal, kondisi lantai keramik masjid tidak ada yang rusak hanya bagian tembok segera diperbaiki,” beber Alrizon.

Marbot masjid Nurul Iman, Idrus, menyebut, kuasa pencipta yang membuat masjid tersebut tetap kokoh berdiri. Padahal puluhan rumah yang berdiri sejajar dengan masjid luluh lantak diterjang tsunami. Kerusakan hanya terjadi di dinding sisi Timur dan Selatan, sementara sisi Barat dan Utara masih utuh. “Bahan bangunan sudah lengkap kini memasuki tahap menganyam besi untuk penguat dinding,” beber Idrus.

Meski belum selesai direhab, masjid tersebut sudah mulai bisa digunakan. Gotong royong, dilakukan untuk merenovasi masjid. Selain oleh warga, pembangunan masjid memanfaatkan tenaga dari anggota TNI dari Komando Resimen Militer (Korem) 043 Garuda Hitam. Sejumlah relawan FPI, ikut mengerjakan proses pembangunan dinding masjid yang jebol akibat tsunami.

Baca Juga
Lihat juga...