hut

Rumput Laut Nunukan Dibeli Rp20.500 Perkilogram

Ilustrasi rumput laut, salah satu produksi masyarakat - Dok. CDN

NUNUKAN – Eksportir PT Buana Mandiri Sejahtera, asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, membeli rumput laut di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dengan harga Rp20.500 per kilogram.

Pengusaha Haki Arif, di sela-sela pengangkutan rumput laut ekspor perdana ke Korea Selatan di Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, menjelaskan, ekspor perdana tersebut baru mencapai 63 ton atau tiga kontainer. Namun, ke depannya pengiriman akan meningkat seiring dengan tingginya permintaan dari negara importir. Pengusaha Korsel meminta 1.000 ton setiap bulan, dengan kabar air 34 hingga 35 persen.

“Besarnya permintaan tersebut tentunya dapat mengangkat harga rumput laut di Kabupaten Nunukan,” tandasnya, Jumat (18/1/2019).

Berkat adanya ekspor tersebut, harga rumput laut di daerah itu melonjak tajam. Sebelumnya, rumput laut dibeli paling tinggi Rp14.000 per kilogram. Hanya saja, Arif menginginkan, pemerintah daerah dan masyarakat pembudidaya rumput laut, dapat menjaga kualitas produksinya. Sebab, selama ini masih sering ditemukan kadar air rata-rata 37 hingga 38 persen bahkan ada yang masih mencapai 41 persen.

Apabila menemukan kadar air yang tidak sesuai dengan permintaan pengusaha Korsel maka PT Buana Mandiri Sejahtera selaku eksportir akan kembali menyortir dan menjemur kembali. Pengeringan yang dilakukan, berdampak pada penyusutan rumput laut hingga beberapa kilogram.

Menyinggung stok rumput laut di Kabupaten Nunukan tidak mencukupi apabila permintaan meningkat dari pengusaha Korsel, Arif menyatakan, tidak mungkin kekurangan. Informasi yang diperoleh dari Dinas Perdagangan setempat, produksi rumput laut Kabupaten Nunukan mencapai 4.000 ton setiap panen.

Mengenai menurunnya produksi, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Nunukan, Robby Nahak Serang, pada kesempatan yang sama mengemukakan, Pemkab Nunukan telah melakukan antisipasi. Ekspor ke Busan, Korsel tersebut, suatu prestasi tersendiri yang perlu ditindaklanjuti bersama-sama. “Memang, menjaga menurunnya produksi perlu disikapi secara cepat. Tetapi masalah kualitas rumput laut tidak bisa sepelekakan,” kata dia.

Karena itu, masyarakat yang terjun pada sektor rumput laut, agar terus meningkatkan produksi dan menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Pengiriman perdana ekspor rumput laut Kabupaten Nunukan menggunakan kapal ekspedisi KM Version dengan kontainer melalui ekspedisi Sinokor. Tiga kontainer yang berkapasitas masing-masing 21 ton itu, terlebih dahulu transit di Pelabuhan Surabaya, Jawa Timur, selanjutnya menuju Busan, Korsel. (Ant)

Lihat juga...