Sabtu, Gunung Merapi Alami Tiga Kali Gempa Guguran

195
Gunung Merapi pasca erupsi 2010 [dok CDN]

YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Sabtu (26/1/2019) mencatat, adanya tiga kali gempa guguran di puncak Gunung Merapi.

BPPTKG menyatakan, berdasarkan pengamatan mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terekam gempa guguran tiga kali. Berdasarkan data seismik, gempa guguran memiliki durasi 22 hingga 57 detik. Cuaca di Gunung Merapi pada Sabtu pagi, dilaporkan mendung, meski secara visual gunung masih terlihat. Angin di gunung itu bertiup tenang, dengan suhu udara berkisar 22,5 derajat celsius. Kelembaban udara 78 persen RH, dan tekanan udara 917,2 Hpa.

Berdasarkan analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi per 22 Januari 2019 yang dirilis BPPTKG, volume kubah lava telah mencapai 461.000 meter kubik. Laju pertumbuhan kubah lava mencapai 1.300 meter kubik per hari, atau lebih kecil dari pekan sebelumnya. “Kubah lava saat ini masih stabil, dengan laju pertumbuhan yang masih rendah, rata-rata kurang dari 20.000 meter kubik per hari,” bunyi pernyataan BPPTKG selanjutnya.

BPPTKG juga melaporkan pada periode 18 hingga 24 Januari 2019, di gunung teraktif di Indonesia itu tercatat tiga kali gempa hembusan, satu kali gempa vulkanik dangkal, 223 kali gempa guguran, dua kali gempa frekuensi rendah dan tujuh kali gempa tektonik.

Mengacu pada data aktivitas vulkanik Merapi, hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada. Untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...