Sebanyak 10.365 Sapi Indukan di IB selama 2018

Editor: Mahadeva

155

PESISIR SELATAN – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, telah merangkum data jumlah sapi betina produktif, yang telah mendapatkan kawin suntik di 2018.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Pesisir Selatan, Hazrita/Foto: Istimewa

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pesisir Selatan, Hazrita, mengatakan, setidaknya di sepanjang 2018 kemarin, ada 10.365 sapi betina produktif di daerah tersebut, mendapatkan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik. Kawin suntik, merupakan sistem perkawinan pada ternak sapi secara buatan. Cara yang dilakukan, dengan memasukkan sperma  kedalam kelamin sapi betina sehat, menggunakan alat.

IB dilakukan oleh dokter hewan, dengan tujuan agar sapi menjadi bunting. Sperma itu berasal dari sapi pejantan unggul, yang dipergunakan untuk kawin suntik. Dengan IB, bisa meningkatkan mutu ternak lokal, mempercepat peningkatan populasi ternak, menghemat penggunaan pejantan, mencegah adanya penularan, penyakit kelamin akibat perkawinan alam, perkawinan silang antar berbagai jenis sapi dapat dilakukan.

“Sistem perkawinan sapi dengan suntik adalah salah satu strategi yang perlu dilakukan untuk mempercepat berkembangnya sapi, melalui penyediaan bakalan atau keturunan dari hasil kawin suntik dengan menggunakan kawin suntik dari sapi pejantan unggul yang memenuhi syarat teknis reproduktif, maupun kesehatan,” tuturnya, Senin (14/1/2018).

Melalui kegiatan kawin suntik, penyebaran bibit unggul ternak dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat. Sehingga peternak bisa mendapatkan keterunan ternak sapi berkualitas genetik tinggi. Harapannya, dapat meningkatkan produktivitas ternak, sehingga dapat meningkatkan pendapatan peternak. “Jumlah itu jika dilihat dari target IB tahun ini sebanyak 10.540 ekor maka target telah tercapai 98,34 persen,” ujarnya.

Kesuksesan pelaksanaan IB, tidak terlepas dari peran aktif tenaga inseminator, yang aktif berkomunikasi dengan para peternak di lapangan. Dinas telah memperkenalkan program tersebut ke peternak di sembilan kecamatan dari 15 kecamatan di Pesisir Selatan.

Sembilan kecamatan dipilih, karena pelaksanaan IB di kecamatan belum bisa merata. Kecamatan itu ialah Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Pancung Soal, Air Pura, Basa IV Balai Tapan, Ranah IV Hulu Tapan, dan Lunang. Sementara kecamatan lainnya seperti Batang Kapas, IV Jurai, Bayang, Bayang Utara, Koto XI Tarusan dan Silaut, sudah cukup mengenal IB.

“Kalau tidak kita laksanakan hal ini, tidak akan maksimal juga indukan sapinya. Karena dengan jumlah tenaga inseminator yang hanya 45 orang, sementara target yang akan dicapai lebih dari seribu. Petugas pun harus bekerja keras,” sebutnya.

Banyak keuntungan yang didapat dari IB. Sapi betina akan melahirkan anakan yang kebal penyakit, fisik yang besar. Berbeda jika dengan metode kawin alam, maka sapi akan melahirkan anakan yang kurang berkualitas.

Baca Juga
Lihat juga...