hut

Selamatkan Sungai Serayu dari Sampah

Editor: Mahadeva

BANYUMAS – Saat musim hujan, Bendung Gerak Serayu (BGS) di Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas dibanjiri sampah. Sampah tersebut, berasal dari rumah tangga kiriman dari empat kabupaten, yaitu Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga dan Banyumas.

Masih adanya budaya membuang sampah ke sungai, menurut Anggota Dewan Air Propinsi Jawa Tengah, Edy Wahono, sebagai akibat belum adanya sanksi tegas. Yaitu sanksi kepada pelaku pembuangan sampah di sungai.

Padahal untuk Kabupaten Banyumas, sudah ada perda larangan membuang sampah di sungai. ʺSudah ada perda yang mengatur larangan membuang sampah ke sungai, tetapi tidak diterapkan sanksi tegas. Karena itu budaya membuang sampah ke sungai sulit untuk dihilangkan, karena peringatan hanya sekedar tulisan himbauan atau spanduk, dilarang membuang sampah ke sungai,ʺ jelas Edy Wahono, Rabu (30/1/2019).

Edy menyebut, sampah yang menumpuk di BGS, setiap harinya mencapai puluhan meter kubik. Petugas setiap hari harus mengambil sampah-sampah tersebut. Jika dibiarkan, tumpukan sampah akan mengganggu drainase dan saluran irigasi bendungan. Padahal, BGS digunakan untuk mengairi sawah di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap. Luas areanya hingga 27 ribu hektare.

Untuk menyelamatkan Sungai Serayu dan sungai-sungai lainnya, empat kabupaten yang menyumbang sampah ke BGS, diminta untuk memberikan sanksi tegas terhadap tindak pembuangan sampah ke sungai.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Asekbang) Setda Banyumas, Didi Rutwiyanto, membenarkan jika Kabupaten Banyumas sudah memiliki perda larangan pembuangan sampah ke sungai. Didi mengakui, jika perda tersebut belum bisa diterapkan sepenuhnya. Saat ini, di Kabupaten Banyumas baru memulai pola pengelolaan sampah model baru, yaitu pilah-manfaatkan-musnahkan.

Setelah pola pengolahan sampah yang baru ini berjalan dengan maksimal, maka baru sanksi larangan pembuangan sampah ke sungai diterapkan. ʺSemuanya perlu proses, termasuk penerapan sanksi bagi pelaku pembuangan sampah ke sungai. Kita sekarang sedang berupaya membangun budaya mengolah sampah di masyarakat, setelah ini berjalan, maka pemberlakukan sanksi pembuangan sampah ke sungai akan lebih mudah diterapkan, sebab aturan itu diberlakukan harus disertai solusi,ʺ pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!